Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Biro Perjalanan Konvensional Diharapkan Bisa Terus Bersaing

Dhika Kusuma Winata
20/7/2019 00:33
Biro Perjalanan Konvensional Diharapkan Bisa Terus Bersaing
Peluncuran Electra(Antara/Audy Alwi)

SABRE Travel Network Indonesia melalui unit usahanya meluncurkan layanan berbasis aplikasi internet Electra. Platform tersebut ditargetkan mengangkat para pebisnis biro perjalanan (travel agent) konvesional untuk bersaing dengan travel agent digital.

"Electra melayani pengguna jasa perjalanan korporasi maupun perorangan untuk pemesanan tiket penerbangan, hotel, tur, umrah, pariwisata, dan paket transportasi lainnya," kata Direktur Utama Sabre Indonesia Deny Fajar dalam peluncuran Electra di Jakarta, Jumat (19/7).

Inovasi aplikasi Electra bermula dari banyaknya kendala yang dihadapi para pelaku bisnis travel agent konvensional yang tidak mampu bersaing dengan pelaku yang sejak awal bermain di dunia daring.

Bergesernya perilaku masyarakat dari cara konvensional bertransformasi ke platform digital pun membuat travel agent lama kalah bersaing.

Baca juga : Dobrak Sistem Informasi Kesehatan, Zi.Care Diperkenalkan

"Kendala yang dihadapi pelaku konvensional utamanya lemahnya antisipasi strategis menghadapi era digital. Membangun sendiri sebuah aplikasi daring juga diperlukan investasi yang besar. Pemahaman terkait dengan pola kerja digital marketing mereka juga kurang," imbuh Deny.

Ia menjelaskan Electra merupakan booking engine yang berbasis pada platform e-commerce dilengkapi dengan berbagai fitur seperti online payment, travel insurance, travel cash, hingga pay later berupa dukungan sejumlah bank nasional.

Biro perjalanan yang mendaftar di Electra secara otomatis akan mendapatkan domain website atas nama keagenannya sendiri dalam bentuk aplikasi mobile yang bisa diunduh pada ponsel.

"Kami berharap para pelaku bisnis travel konvensional memiliki kesempatan dan energi baru untuk mengembangkan usahanya," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pakar bisnis Rhenald Kasali mengatakan di era digital ini semua pelaku bisnis berbondong-bondong bermigrasi ke platform digital. Adaptasi di era disrupsi saat ini menjadi keniscayaan.

"Banyaknya perubahan perilaku masyarakat menyebabkan persaingan terjadi di dunia digital, termasuk para travel agent. Hal ini menyebabkan disrupsi bisnis dan inovasi memang dibutuhkan," ucapnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya