Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDAFTARAN penerimaan peserta didik baru atau PPDB menyisakan ruang kongkalikong antara pihak sekolah dengan orang tua calon siswa.
Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaiufuddin mengungkapkan kcurangan tersebut dinilainya sangat terorganisasi dan rapi dengan cara jual beli kartu keluarga (KK) palsu.
"Setiap kebijakan ideal apapun, selalu ada proses menyeleweng, dulu SKTM (surat keterangan tidak mampu) diselewengkan, sekarang dengan zonasi jarak, setengah murid SMP tertentu tiba-tiba mereka punya KK baru, di dekat sekolah SMA tertentu," ujarnya di Jakarta, Senin (1/7)
Baca juga: Daerah Kaji Aturan Sistem Zonasi PPDB
Jual-beli KK bodong, berdasarkan temuannya terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Para orang tua calon murid rela membeli KK senilai Rp13-35 dari oknum sekolah. Kondisi ini bertambah buruk dengan lemahnya verifikasi sekolah untuk memastikan keaslian dokumen keluarga tersebut.
"Bahwa terjadi banyak perpindahan. Anak-anak itu dititipkan ke KK toko alamat sekolah digunakan untuk dijadikan KK yang berisikan 10 orang anak dalam satu keluarga,"cetus plitisi Partai Golkar itu.
Dia berharap kondisi ini harus segera dibenahi sehingga kecurangan dalam setiap kebijakan baru pemerintah bisa memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat luas. (OL-8)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved