Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH akuifer air tawar raksasa ditemukan baru-baru ini di bawah Samudra Atlantik, tak jauh dari pantai timur Amerika Serikat. Meski ukuran persis akuifer itu masih misteri, sangat mungkin cakupannya dari wilayah Massachusetts ke selatan New Jersey, atau sekitar 350 kilometer.
Akuifer itu mengandung sekitar 670 mil kubik air yang sedikit asin. Dugaan para peneliti, sebagian besar air itu berasal dari zaman es terakhir.
Petunjuk pertama adanya akuifer di bawah laut mengemuka pada 1970-an ketika aktivitas pengeboran oleh perusahaan minyak di tepi pantai kerap mengenai air tawar. Namun, saat itu belum jelas apakah endapan air tawar tersebut merupakan kantong yang terisolasi atau mencakup bentangan yang lebih besar.
"Kami tahu ada air tawar di bawah sana, terutama di lokasi terpencil. Namun, kami belum mengetahui geometri atau luasnya," kata Kerry Key, ahli geofisika Universitas Columbia, New York, AS, yang membantu perusahaan minyak menentukan titik sumber minyak bumi. (Livescience/Tes/X-11)
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved