Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Agraria dan Tata Ruang (ATR) mengatakan pihaknya telah menyelesaikan sekitar 1.500 konflik agraria pada tahun lalu. Namun, jumlah itu masih kurang dari setengah dari total kasus konflik pertanahan yang diadukan ke Kementerian ATR.
"Sejauh ini, terdapat kurang lebih 4.000 kasus yang terjadi terkait pertanahan. Yang terselesaikan baru sekitat 1.500 kasus dan sisanya terus kita selesaikan," kata Sofyan seusai rapat tingkat menteri mengenai sengketa pertanahan dalam reforma agraria di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (12/6).
Salah satu kasus yang telah terselesaikan, ujarnya, ialah 31 desa tua di Batam, Kepulauan Riau yang selama ini dianggap wilayah Badan Pengusahaan (BP) Batam. Desa-desa tersebut dikeluarkan dari wilayah BP Batam dan diberikan kepada masyarakat.
Baca juga : Kementerian ATR Komitmen Berantas Habis Mafia Tanah
Ia melanjutkan, penanganan konflik agraria tidak bisa diselesaikan satu kementerian saja. Butuh koordinasi lintas kementerian/lembaga dan sektor karena sengketa lahan terjadi di berbagai jenis lahan baik itu milik pemerintah pusat, BUMN, lahan konsesi, maupun lahan TNI.
Sofyan mengungkapkan sambil terus menyelesaikan tunggakan penyelesaian kasus, pihaknya juga membuat program yang lebih sistematik untuk pencegahan di masa mendatang. Tujuannya untuk meminimalisasi sengketa agraria.
Salah satunya melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Tanah dari setiap desa, kabupaten, kota, dan provinsi wajib didaftarkan dan terdata secara integral. Apabila seluruh kepemilikan tanah terdaftar, imbuhnya, data pertanahan akan lebih jelas sehingga konflik bisa dihindari.
"Kami membuat program lebih sistematik supaya kasus konflik pertanahan di masa depan menjadi minimal," tandas Sofyan. (OL-8)
Perkara ini bermula dari hubungan kerja sama bisnis di bidang pemasaran asuransi. Pada 6 Agustus 2018,
Fickar menambahkan bahwa tindakan oknum aparat yang sewenang-wenang dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat, Iptu Rangga, menegaskan bahwa perkara ini bukan konflik antara perusahaan dan masyarakat,
Konflik kedua negara kembali memanas akibat perselisihan batas yang sudah berlangsung turun-temurun sejak era kolonial Prancis.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Proyek pembangunan berskala besar tentu membawa peluang ekonomi signifikan. Namun, di sisi lain, kompleksitas proyek lintas negara ini juga membuka potensi terjadinya sengketa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved