Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Danang Parikesit mengimbau kepada pemudik yang melalui Tol Trans Jawa tidak terpaku pada rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) di kilometer-kilometer awal.
Ia memastikan seluruh rest area, baik tipe A, B maupun C, yang mencapai 75 unit sudah beroperasi dengan baik dalam melayani para pemudik.
Imbauan itu dikeluarkan seiring terjadinya kepadatan di beberapa titik sebelum tempat peristirahatan yakni di Kilometer (Km) 41 dan Km 57, sebelum memasuki Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.
"Dari pantauan kami dari udara, setelah Cikampek Utama itu lancar. Antrean terjadi di sebelum GT tersebut. Setelah kami amati, kepadatan itu tepat sebelum masuk rest area Km 41 dan 57," ujar Danang di kantornya, Jakarta, Jumat (31/5).
Baca juga : Kapolri Ingatkan Anggotanya Tetap Waspada Saat jaga Arus Mudik
Ia menduga para pengendara tidak percaya diri untuk melanjutkan perjalanan dan berhenti sampai di TIP selanjutnya.
"Mereka berpikir kalau rest area selanjutnya juga akan penuh," tuturnya.
Padahal, berdasarkan pengamatan BPJT, pada TIP-TIP selanjutnya, antrean masih terhitung normal karena beberapa Badan Usaha Jalan Tol membuat sistem zonasi untuk rest area mereka.
Dengan sistem zonasi tersebut, kendaraan yang hanya berhenti untuk mengisi bahan bakar akan melalui jalur yang berbeda dengan kendaraan yang memang sengaja berhenti untuk beristirahat.
"Rest area baik di sisi kiri dan kanan semua terpakai dan sudah ada yang menerapkan sistem zonasi untuk di titik-titik yang padat jadi itu sudah sangat baik," terangnya. (OL-8)
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved