Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia membagi ratusan takjil untuk berbuka puasa bagi para pengendara yang melintas di depan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (29/5). Aksi ini dilakukan sebagai salah satu upaya kecil Vox Point Indonesia untuk membangun persaudaraan dan solidaritas antar umat beragama.
"Ini adalah sebagian dari upaya kami untuk bersolider dan membangun persaudaraan dengan sama saudara kita umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Harapannya tentu saja kita sebagai sesama anak bangsa terus membangun solidaritas dan persaudaraan tanpa ada sekat-sekat agama lagi. Kita ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam tetapi bersatu dan bersaudara," kata Wakil Ketua Umum Vox Point Indonesia sekaligus Ketua Panitia acara Berbagi Takjil, Susana Suryani Sarumaha, kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (29/5).
Ia menegaskan, tantangan kehidupan bersama sebagai bangsa saat ini sedang diuji karena hadirnya pihak tertentu yang tidak ingin bangsa Indonesia hidup damai dalam keberagamannya.
"Padahal seperti kata Bapak Presiden Jokowi selama ini, modal besar bangsa ini adalah keberagamannya dan karena itu harus kita jaga bersama dengan semangat persaudaraan dan kerukunan. Vox Point Indonesia dalam hal ini membawa semangat yang sama yaitu kerukunan dan persaudaraan, dan itu dimulai dari hal-hal kecil seperti berbagi takjil ini," jelas Susana.
Bertepatan dengan momentum politik saat ini yang cenderung panas kata dia, upaya kecil di masyarakat untuk membangun persaudaraan menjadi amat berharga dan bahkan diharapkan diikuti oleh para elite politik.
Baca juga: H-7, Pemudik Bermunculan di Pelabuhan Merak
"Masyarakat di bawah tentu menginginkan kita damai, bersaudara satu sama lain. Semoga upaya kecil seperti ini juga menyentuh elite-elite kita. Bahwa seharusnya mereka bisa segera bersatu dari berbagai kepentingan politik saat ini," ucap Susana.
Moderator DPN Vox Point Indonesia, Ronny Neto Wuli, menambahkan, aksi sederhana berbagi takjil pada masa puasa adalah contoh konkret toleransi dalam rangka penguatan nilai-nilai kebangsaan.
"Toleransi itu sebuah konsep besar yang harus dikonkretkan dalam perbuatan nyata di masyarakat. Dan berbagi Takjil ini adalah salah satu aksi nyatanya. Saya sangat mendukung kegiatan ini dan berharap bisa memberi dampak bagi setiap warga masyarakat untuk terus mengupayakan persaudaraan antar umat beragama di Indonesia," pungkas pengajar Universitas Pertahanan Indonesia tersebut.
Terlibat dalam pembagian takjil ini adalah Ketua Umum VPI Yohanes Handoyo Budhisejati, Wasekjend Emilda Yuni dan Ervanus Ridwan Tou, Ari Titahelu, Ros Sarumaha, dan Monica Joseph, serta pengurus DPN Vox Point Indonesia lainnya. (OL-1)
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
Takjil Keliling berlangsung pada 2–9 Maret 2026 di 10 titik Jakarta seperti Kendal, Blok M, Tebet, Kota Tua, Karet Kuningan, Manggarai, Menteng Dalam, serta Bendungan Hilir dan sekitarnya.
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menyediakan hingga 700 porsi takjil per hari untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa, selama Ramadan 1447 Hijriah.
BBPOM membawa mobil laboratorium keliling untuk melakukan uji sampel secara real-time di "Pasa Pabukoan".
Program ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan
Antusiasme masyarakat dalam war takjil dipicu oleh hadirnya beragam makanan atau minuman yang memang jarang dijumpai di luar bulan Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved