Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI hasil hutan bukan kayu (HHBK) lebih besar dari hasil berupa kayu. Namun, potensi HHBK masih belum digarap secara optimal.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hilman Nugroho mengatakan hasil hutan berupa kayu memiliki potensi 5% dalam keseluruhan nilai hasil hutan.
Adapun potensi lebih besar ialah dari HHBK dan jasa lingkungan yang potensinya mencapai 95%.
"Namun hingga kini HHBK dan jasa lingkungan tersebut belum terkelola secara optimal dan belum memiliki pasar yang baik," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (9/5).
Menurutnya, HHBK Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang dapat bersaing di pasar dunia. HHBK seperti kopi, madu, gula aren, teh, sutra dan lain sebagainya memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Baca juga : Dorong Produksi Kayu Hutan Alam, KLHK Intensifkan Silin
Hilman mencontohkan, Indonesia memiliki jenis kopi Robusta dan Arabica yang dapat dijumpai dari Aceh hingga Papua. Uniknya, kopi-kopi ;tersebut memiliki rasa maupun warna yang berbeda-beda di setiap daerah.
Selain HHBK, jasa lingkungan juga telah mulai dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan melalui pengembangan sektor wisata. Tren saat ini menunjukkan banyak wisatawan yang lebih memilih alam yang natural dan indah sebagai lokasi rekreasi mereka.
Sejalan dengan tingkat kunjungan wisata yang tinggi, tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar hutan juga turut terangkat.
Namun, sebut Hilman, pengembangan HHBK saat ini belum optimal karena terkendala pengembangan usaha, hilirisasi produk, dan akses pasar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, KLHK akan menyelenggarakan diskusi nasional dengan Pengembangan Usaha HHBK dan Jasa Lingkungan Menuju Revolusi Industri 4.0, Jumat (10/5). Pemerintah berusaha memfasilitasi agar potensi tersebut dapat dipertemukan dengan pasar yang tepat. (OL-8)
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Bareskrim Polri menyelidiki asal muasal material kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Manajer Kehati menduga banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya perubahan cara berpikir dan pendekatan struktural dalam menjaga hutan Indonesia.
Indonesia memiliki berbagai jenis hutan. Ini jenis hutan yang ada di Tanah Air.
Rozikin mengatakan respons dari Gema PS ini karena pihaknya telah merasakan langsung dampak dari kebijakan pemerintah yang dinilainya berpihak kepada rakyat.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) saat ini sudah mulai menyebar disejumlah lokasi di pinggiran kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
KLHK memastikan bahwa pemegang izin konsesi dilibatkan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-5, Hustle butik studio kebugaran berbasis olahraga terkemuka di Jakarta dengan bangga memperkenalkan dua kampanye unggulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved