Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Nurbaya: Teknologi RI Tangani Karhutla sudah Teruji

Sri Utami
02/5/2019 19:44
Nurbaya: Teknologi RI Tangani Karhutla sudah Teruji
Sekjen Asean Dato Lim Jock Hoi, Mentri LHK Siti Nurbaya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat berkunjung ke BMKG Jakarta, (2/5).(MI/Sri Utami)

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengajak para duta besar di ASEAN untuk melihat dan mengetahui berbagai upaya yang sudah dilakukan Indonesia untuk menangani dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Nurbaya mengajak negara subregional Asean yang menangani kebakaran hutan dan lahan mengunjungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Saya memang melaporkan kepada Sekjen ASEAN bahwa kebijakan Indonesia sudah sangat berubah sesuai dengan komitmen Presiden Joko Widodo dengan intrumen kontrol yang bagus dan kita mengedepankan pencegahan," jelasnya, Kamis (2/5).

Baca juga: Siaga Darurat untuk Antisipasi Karhutla Riau

Kunjungan ke Kantor BMKG diikuti beberapa perwakilan negara dan Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi.

Nurbaya menuturkan koordinasi antarbadan saat ini sudah sangat terintegrasi. Selain teknologi yang digunakan di Tanah Air termasuk yang terbaik di dunia.

"Ini penting untuk memberikan gambaran kepada negara subregional untuk penanggulangan karhutla bahwa kita sudah berpengalaman dan teruji dalam teknologi dan pengetahuan," tuturnya.

Baca juga: Siti Nurbaya: Hanya Era Jokowi Perhutanan Sosial Bisa Dijalankan

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas terkait negara dan badan yang mendukung penganan karhutla termasuk mempertimbangkan pentingnya memiliki intrumen kontrol dan teknologi untuk negara ASEAN. Sedangkan instrumen dan teknologi yang dimiliki Indonesia dapat diatur sedemikian rupa sistemnya sehingga tidak hanya untuk Indonesia tapi untuk negara lain.

"Jadi tadi sekjen berpikir mungkin nanti harusnya negara di Asia harus punya yang seperti ini dan analisis kebakaran, arah angin, tsunami, dan lainnya."

Lebih lanjut dijelaskan kapasitas Indonesia sangat tinggi dalam hal peramalan meteorologi, klimatologi dan geofisika. Hal tersebut diharapakan menjadi pertimbangan dalam menentukan penempatan Asean Coordination Centre for Transboundary Polution Control.

"Antara BMKG dan KLHK selama ini juga telah terjalin kerja sama. Dari hasil observasi BMKG menunjukkan bahwa tingkat hotspot di Indonesia turun tajam dari 50.995 titik api pada 2015 menjadi 1.781 pada 2017," tandasnya.

Sekjen Asean Dato Lim Jock Hoi mengungkapkan sebagai negara Asia serta negara yang memiliki potensi bencana alam, sudah saatnya bersama menyelesaikan masalah bencana alam seperti tsunami, gempa bumi dan bencana alam lainnya.

"Terima kasih banyak kepada Ibu Menteri dan ini kunjungan ini sangat penting bagi smua dan kita sebaga orang Asia bekerja sama untuk menyelesaikan masalah tsunami, gempa bumi dan lain-lain bagi kehidupan smua orang di Asia, terutama Indonesia," ungkapnya.

Dia mengatakan dalam kunjungan ke BMKG tersebut memberikan kesempatan negara Asia yang hadir untuk belajar dan pentingnya mitigasi bencana. Selanjutnya tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama dengan pemerintah dalam isu kebencanaan.

"Mungkin kita bisa bekerja sama sebagai orang Asia khususnya tentang perubahan iklim yang dihadapi di masa sekarang," tandasnya. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya