Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berupaya memperkuat peran strategisnya dalam perkembangan global pengamatan cuaca untuk menghadapi tantangan bencana dan perubahan iklim.
"Kegiatan Rakorbangnas ini menjadi sangat strategis karena menjadi forum untuk sinkronisasi dan koordinasi kebijakan satu observasi serta pemantauan dan evaluasi terhadap efektivitas penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rapat Koordinasi Pengembangan Nasional (Rakorbangnas) BMKG 2019 di Jakarta, Selasa (23/4).
Isu bencana dan perubahan iklim menjadi topik khusus pada Rancangan Teknoratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024. Untuk 2020, isu bencana dan perubahan iklim akan menjadi program prioritas yang sasarannya mewujudkan pembangunan ketahanan bencana serta pembangunan rendah karbon.
Baca juga: Gelar Pekan Lingkungan, KLHK Kampanyekan Bebas Sampah
"Kita perlu mempertimbangkan perencanaan pembangunan yang rawan bencana, mengingat wilayah Indonesia rawan bencana alam, seperti pembangunan infrastruktur dan bangunan yang tahan gempa, pembangunan jalur evakuasi bencana di wilayah permukiman dan perkantoran, serta adaptasi perubahan iklim di berbagai sektor," kata Dwikorita.
Ia mengatakan, pertemuan sinkronisasi dan koordinasi untuk meningkatkan kerjasama BMKG dengan pihak-pihak terkait terutama untuk saling tukar informasi dan data observasi baik untuk penelitian,prediksi, maupun peringatan dini.
Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menuturkan jika lembaganya akan
siap membantu BMKG dalam menyebarluaskan informasi.
"Bappenas siap mendukung BMKG menjadi terdepan dalam menyediakan layanan informasi berbasis maritim, tidak hanya berbasis terestrial," kata Bambang. (OL-1)
Peneliti ungkap bagaimana kombinasi panas, garam, dan plastik merusak kesehatan tanah kota. Temukan mengapa satu faktor stres bisa mengubah segalanya.
Studi terbaru USC mengungkap polusi panas tak hanya mengancam nyawa, tapi merusak sel. Lansia di area panas menua lebih cepat secara biologis.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved