Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta dunia usaha untuk bisa berperan lebih dalam penanggulangan bencana. Kontribusi perusahaan-perusahaan diminta tidak hanya gencar pada pascakejadian bencana namun juga mitigasi dan pencegahan.
"Semua kalangan bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana termasuk lembaga usaha. Lembaga usaha mempunyai peran yang sangat penting dalam penanggulangan bencana, karena penanggulangan bencana tidak akan maksimal tanpa andil lembaga usaha," kata Doni dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (21/3).
BNPB, ujarnya, kini meningkatkan kemitraan antara pemerintah dan lembaga usaha dalam penanggulangan bencana. Hal itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman tripartit antara BNPB, Perum Perhutani, dan PT Sulotco Jaya Abadi (Kapal Api) tentang Pemanfaatan Kawasan Hutan untuk Budi Daya Tanaman Kopi Guna Mendukung Kegiatan Penanggulangan Bencana.
Penandatanganan nota kesepahaman juga dilakukan antara BNPB, Perhutani dan PT Galih Jaya tentang Penguatan Logistik dalam Penanggulangan Bencana.
Baca juga: Google Kerjasama Buat Program Sadar Bencana
Menurut Doni, peran lembaga usaha selama ini amat besar dalam penanganan bencana antara lain bantuan transportasi, komunikasi, dan logistik. Namun, ia mendorong agar lembaga usaha tidak hanya aktif pada saat terjadi bencana, tetapi juga mitigasi bencana. Hal itu bisa dilakukan sesuai bidang usaha perusahaan masing-masing.
"Pulau Jawa misalnya sudah mengalami kerusakan ekologis yang memprihatinkan sehingga kami memberikan saran salah satunya ke Perhutani untuk menjalin kerja sama dalam konservasi hutan di Jawa dan membuat program-program ekonomi yang turut memperhatikan lingkungan," ujar Doni.
Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna, berpendapat dunia usaha memang perlu meningkatkan komitmen dan berkontribusi lebih dalam penanggulangan bencana. Hal itu sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Kerja sama dalam mendukung mitigasi bencana melalui pengembalian fungsi hutan baik secara ekologis maupun kemanfaataan sosial ekonomi bagi masyarakat diperlukan sebagai bentuk upaya preventif bencana," jelasnya.(OL-5)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Masa transisi bencana di tiga provinsi Sumatra berakhir 30 Maret 2026. Pemerintah percepat pembangunan 36 ribu huntap dan siapkan tahap rekonstruksi.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved