Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN akses terhadap buku dianggap sebagai salah satu upaya penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk memaksimalkan itu, Perpustakaan Nasional (Perpusnas RI) melakukan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri.
Kerja sama dilakukan dengan penandatanganan MoU antara kedua lembaga. Ke depan, sinergi akan dilakukan salah satunya dengan meningkatkan koneksi antara perpustakaan di setiap daerah dengan Perpusnas RI.
"Dengan MoU ini semoga bisa semakin mendorong dan mengorganisasi setiap daerah agar segera bisa memiliki perpustakaan," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo, di gedung Perpusnas RI, Jakarta, Kamis (31/01).
Tjahjo mengatakan pembangunan perpustakaan baik fisik ataupun pemberian akses untuk membaca buku digital yang digalakkan Perpusnas RI dan Kemendagri merupakan bagian dari upaya peningkatan ilmu pengetahuan di masyarakat.
Baca juga: NU Lahir Mempertahankan Tradisi dan Khazanah Budaya
Hal itu sejalan dengan Arah Kebijakan Nasional Tahun 2019-2024 yang prioritas utamanya dalam hal peningkatan kualitas SDM, yaitu SDM yang handal, berkualitas, dan cerdas. Didukung dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan nonformal.
"Kerja sama ini semata-mata ingin membangun sinergi untuk menggerakkan dan mengorganisir seluruh daerah dari tingkat provinsi hingga desa serta kementerian dan lembaga yang lain untuk setidaknya memberikan motivasi pada masyarakat pentingnya memelajari sebuah sejarah perjuangan bangsa dan memelajari perkembangan ilmu pengetahuan," tutur Tjahjo.
Sementara itu, Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando mengatakan MoU dilakukan sebagai fondasi dan dasar hukum kerja sama. Kerja sama itu dianggap sangat penting agar Perpusnas RI bisa makin maksimal menjalankan perannya sebagai pembina teknis seluruh perpustakaan di Indonesia.
"Perlu dipahami bahwa penting sekali bagi kami MoU dengan Mendagri karena dalam pasal 22 UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan diamanatkan Perpusatakaan Nasional sebagai pembina teknis semua perpus umum," ujar Syarif.
Dikatakan Syarif, saat ini, pada dasarnya hampir semua kota dan kabupaten di Indonesia telah memiliki perpustakaan. Peningkatan yang saat ini akan dilakukan lebih kepada sinergi dan koneksi buku-buku dan beragam bahan literasi secara digital.
"Jadi semua bisa masuk ke e-Perpusnas dan terkoneksi untuk bisa akses jutaan buku yang ada," tutur Syarif. (OL-2)
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved