Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Harry Styles Ungkap Kepergian Liam Payne Mengubah Cara Pandangnya terhadap Hidup

Thalatie K Yani
05/3/2026 08:09
Harry Styles Ungkap Kepergian Liam Payne Mengubah Cara Pandangnya terhadap Hidup
Harry Styles buka suara soal dampak emosional atas meninggalnya Liam Payne. (Instagram)

KEPERGIAN mantan rekan satu bandnya di One Direction, Liam Payne, meninggalkan jejak emosional yang mendalam bagi Harry Styles. Dalam sebuah wawancara jujur, Styles mengakui tragedi tersebut memaksanya untuk meninjau kembali prioritas dan cara ia menjalani hidup.

Berbicara kepada DJ Zane Lowe di Apple Music, Styles merefleksikan pengaruh kehilangan tersebut terhadap pembuatan album keempatnya yang akan datang, bertajuk Kiss All The Time, Disco Occasionally. Liam Payne meninggal dunia pada Oktober 2024 di usia 31 tahun setelah jatuh dari balkon hotel di Argentina.

Menghormati Sahabat dengan Menjalani Hidup

Styles, 32, mengungkapkan betapa sulitnya kehilangan seorang teman yang memiliki banyak kesamaan dengannya. Ia mengenang Liam sebagai sosok yang sangat baik hati.

"Saya melihat seseorang dengan hati yang paling baik yang hanya ingin menjadi hebat," ujar Styles.

Kejadian tersebut menjadi titik balik bagi Styles untuk merenungkan masa depannya. "Itu adalah momen yang sangat penting bagi saya, dalam hal melihat hidup saya dan mampu berkata pada diri sendiri: 'Oke, apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya? Bagaimana saya ingin menjalani hidup saya?'"

Ia menambahkan, "Dan saya pikir cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menghormati teman-teman Anda yang meninggal adalah dengan menjalani hidup Anda sepenuhnya."

Duka yang Menjadi Konsumsi Publik

Harry Styles mengakui bahwa ia masih kesulitan membicarakan kematian Payne, yang ia sebut sebagai "sosok yang sangat spesial". Selain itu, ia merasa tertantang saat menyadari bahwa duka pribadinya seolah-olah "dimiliki" oleh orang lain karena status mereka sebagai figur publik. Ia sadar adanya tekanan dari publik agar ia menyampaikan perasaannya, karena jika tidak, perasaannya akan dipertanyakan.

Styles dan Payne merintis karier bersama sejak 2010 lewat ajang The X Factor bersama Niall Horan, Louis Tomlinson, dan Zayn Malik. Setelah One Direction memutuskan hiatus pada 2016, para anggota sempat bersatu kembali di pemakaman Payne untuk memberikan penghormatan terakhir.

Menjadi "Manusia Biasa" dalam Musik

Setelah vakum hampir empat tahun, Styles merilis Aperture pada Januari lalu sebagai single utama dari album barunya. Masa istirahat ini ia ambil setelah merampungkan tur dunia Love On Tour yang sangat intens pada musim panas 2023.

Mengenai proses kreatifnya, Styles ingin menunjukkan sisi kemanusiaannya melalui musik. Baginya, menjadi seorang seniman bukan tentang menjadi sosok yang mistis atau tak tersentuh.

"Saya pikir hal yang membuat seseorang menjadi seorang seniman adalah membiarkan mereka (pendengar) melihat Anda menjadi orang biasa," jelas Styles. "Kita semua adalah orang biasa, dan ada beberapa orang yang membiarkan orang lain menonton Anda menjadi orang biasa. Dan saya pikir itu adalah kunci dalam banyak hal,setidaknya bagi saya." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya