Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Simon Cowell Buka Suara soal Kematian Liam Payne dan Tuduhan yang Mengarah Padanya

Thalatie K Yani
26/11/2025 10:18
Simon Cowell Buka Suara soal Kematian Liam Payne dan Tuduhan yang Mengarah Padanya
Simon Cowell menanggapi tuduhan ia turut bertanggung jawab atas kematian Liam Payne. (Instagram)

SIMON Cowell akhirnya berbicara mengenai kematian mantan anak asuhnya, Liam Payne, sekaligus menanggapi tuduhan turut bertanggung jawab atas tekanan yang dialami mantan anggota One Direction tersebut. Dalam wawancara dengan podcast Rolling Stone Music Now, Cowell, 66, ditanya bagaimana ia menanggapi komentar publik yang menyalahkannya atas tekanan yang dituding ikut mendorong Payne menuju kematian pada 2024.

“Saya tidak membaca hal-hal seperti itu karena jika dilakukan, Anda hanya akan menyiksa diri sendiri,” ujar Cowell. “Gagasan Anda bertanggung jawab atas hidup seseorang, 10 tahun setelah Anda menandatangani mereka? Anda tidak bisa melakukan itu.”

Cowell adalah pencipta ajang The X Factor, tempat One Direction terbentuk pada 2010. Setelah kompetisi berakhir, grup tersebut menandatangani kontrak dengan label Syco Records milik Cowell dan melejit menjadi salah satu boyband paling sukses di dunia.

Louis Tomlinson, rekan satu grup Payne, telah lama menegaskan para anggota One Direction mendapatkan pendampingan dari orang dewasa di sekitar mereka. “Lihat, dalam situasi apa pun seperti ini, penyesalan selalu datang belakangan,” katanya kepada The Independent pada Oktober. “Saya tidak menyalahkan siapa pun atas pengalaman saya di One Direction. Apakah itu pekerjaan yang sangat berat? Ya. Apakah kami kurang hari libur? Ya.”

Cowell mengatakan kabar kematian Payne “sangat memukulnya”. Keduanya terakhir bertemu setahun sebelumnya dan menghabiskan waktu berbicara tentang kehidupan sebagai ayah. Payne adalah ayah dari Bear, 8, sementara Cowell memiliki putra bernama Eric, 11.

“Saya ingat berkata, ‘Musik bukan segalanya. Jangan biarkan itu menguasai hidupmu lagi. Carilah sesuatu yang lain yang membuatmu bersemangat,’” kata Cowell. Ia mengaku sempat bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya bisa melakukan sesuatu yang lebih? Apa yang akan terjadi pada Liam jika ia tidak bergabung dalam band?”

Cowell juga mengungkap baru-baru ini berbicara dengan orangtua Payne, Geoff dan Karen. Pasangan itu mengatakan putra mereka “sangat bangga dengan apa yang telah ia capai”.

“Saya berharap bisa memutar kembali waktu, tentu saja. Ketika saya berbicara dengannya hari itu, saya merasa sangat yakin tentang dirinya,” ujar Cowell. “Saya pikir, ‘Wow, kamu terlihat berada di tempat yang sangat baik.’”

Liam Payne meninggal pada usia 31 tahun setelah terjatuh dari balkon hotel di Buenos Aires, Argentina, pada Oktober 2024. Laporan toksikologi menunjukkan adanya jejak alkohol, kokain, dan obat antidepresan resep di tubuhnya.

Tomlinson menyebut kepada The Independent bahwa kematian Payne adalah “sesuatu yang tidak akan pernah benar-benar bisa saya terima.” Ia mengenang Payne sebagai teman yang selalu siap hadir, bahkan ketika sedang berjuang dengan masalah pribadi. “Liam selalu menghiburku. Jika aku bosan dan ingin tertawa, dia akan memainkan peran itu,” kenangnya. 

“Setiap kesempatan yang ada… dia selalu ada untukku. Bahkan jika dia sedang kesulitan, dia menempatkan dirinya di posisi kedua dan tetap muncul. Momen-momen itu benar-benar menunjukkan siapa dirinya.” (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik