Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAM penganugerahan BAFTA 2026 di London menyisakan momen yang menjadi perbincangan dunia. Sebuah teriakan rasis terdengar saat dua aktor ternama, Michael B. Jordan dan Delroy Lindo, sedang berada di atas panggung untuk membacakan pemenang.
Pelakunya adalah John Davidson, sosok nyata yang menjadi inspirasi film indie Britania Raya berjudul “I Swear”. Davidson menderita sindrom Tourette, sebuah kondisi saraf yang menyebabkan tik (gerakan atau ucapan) spontan yang tidak disengaja. Sebelum acara dimulai, Davidson sempat mengungkapkan kekhawatirannya kepada CNN terkait kondisi tersebut.
Robert Aramayo, yang memerankan Davidson dalam film tersebut, berhasil membawa pulang penghargaan Aktor Terbaik. Aramayo menyebut bahwa ia mempelajari Davidson dengan sangat mendalam. Davidson menceritakan bagaimana aktor muda itu bertanya. “Saat Anda mengalami tik, apakah Anda tahu dari mana asalnya? Bagaimana dengan pemicu tik tersebut?”
Di karpet merah, Davidson sempat menjelaskan kondisinya. “Hal-hal tertentu, seperti hari ini, banyak orang di sekitar, saya merasa sangat, Anda tahu, lebih banyak tik jika saya mengamuk. Situasi yang berbeda dapat memicu emosi dan tik yang berbeda,” ujarnya.
Pembawa acara Alan Cumming segera meminta pengertian audiens dan mengingatkan Tourette adalah disabilitas. Ia meminta maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung dan menekankan kejadian tersebut di luar kendali Davidson.
Di luar insiden tersebut, film “One Battle After Another” karya Paul Thomas Anderson tampil sebagai penguasa malam itu. Film ini memborong enam piala, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Adaptasi, Sinematografi, Penyuntingan, dan Aktor Pendukung Terbaik untuk Sean Penn. Dominasi ini memperkuat spekulasi bahwa film tersebut akan menyapu bersih penghargaan di Oscar mendatang.
Sementara itu, kejutan terjadi di kategori Aktris Pendukung Terbaik saat Wunmi Mosaku (“Sinners”) mengungguli Teyana Taylor yang lebih difavoritkan. Di sisi lain, film “Marty Supreme” harus pulang dengan tangan hampa, membuat Timothée Chalamet harus menyimpan pidato kemenangannya untuk ajang Oscar bulan depan.
Daftar Pemenang Utama BAFTA 2026:
| Kategori | Pemenang | Film |
| Best Film | Paul Thomas Anderson | One Battle After Another |
| Best Director | Paul Thomas Anderson | One Battle After Another |
| Leading Actor | Robert Aramayo | I Swear |
| Leading Actress | Jessie Buckley | Hamnet |
| Supporting Actor | Sean Penn | One Battle After Another |
| Supporting Actress | Wunmi Mosaku | Sinners |
| Outstanding British Film | Chloé Zhao | Hamnet |
| Special Visual Effects | James Cameron | Avatar: Fire and Ash |
Dalam pidato kemenangannya yang emosional, Robert Aramayo sempat memberikan penghormatan kepada para nomine lainnya. Sambil memberi isyarat kepada Leonardo DiCaprio, ia berkata: “Saya tidak percaya saya berdiri di sini melihat orang-orang seperti Anda.”
Meskipun BAFTA dan Oscar jarang sepakat mengenai Film Terbaik, kemenangan besar Paul Thomas Anderson kali ini menandai potensi sejarah baru yang sejajar dengan kesuksesan Nomadland dan Oppenheimer di masa lalu. (CNN/Z-2)
Paul Thomas Anderson mendominasi BAFTA Film Awards 2026 lewat One Battle After Another. Ini daftar lengkap pemenang dan kejutan di kategori aktor utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved