Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Eric Dane Meninggal Akibat ALS: Penyakit Saraf yang Mengancam Kemampuan Gerak dan Napas

Media Indonesia
20/2/2026 13:02
Eric Dane Meninggal Akibat ALS: Penyakit Saraf yang Mengancam Kemampuan Gerak dan Napas
Aktor Eric Dane(Dok. TV Guide)

Aktor Hollywood Eric Dane yang berperan dalam Grey's Anatomi dan Euphoria meninggal di usia 53 akibat penyakit ALS. Penyakit ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis merupakan kondisi kesehatan serius yang menyerang sistem saraf motorik manusia. Penyakit ini menjadi sorotan dunia karena sifatnya yang progresif, di mana kemampuan fisik penderita akan menurun secara bertahap seiring waktu.

Apa Itu Penyakit ALS?

ALS adalah penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan kerusakan pada sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf motorik ini berfungsi sebagai pengirim pesan dari otak ke otot di seluruh tubuh. Ketika saraf ini rusak, otot tidak lagi menerima perintah untuk bergerak, sehingga lama-kelamaan otot akan mengecil (atrofi) dan lumpuh.

Penyakit ini juga sering disebut sebagai Penyakit Lou Gehrig, merujuk pada pemain bisbol legendaris Amerika Serikat yang terpaksa pensiun setelah terdiagnosis kondisi ini pada tahun 1939. Tokoh dunia lain yang dikenal berjuang melawan ALS adalah fisikawan ternama, Stephen Hawking.

Gejala Awal ALS yang Perlu Diwaspadai

Gejala ALS biasanya dimulai dari satu bagian tubuh dan kemudian menyebar ke bagian lainnya. Berikut adalah beberapa gejala awal yang sering dilaporkan:

  • Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas harian karena tungkai terasa lemah.
  • Sering tersandung atau jatuh tanpa alasan yang jelas.
  • Kelemahan pada tangan yang menyebabkan kesulitan memegang benda kecil seperti pena atau sendok.
  • Bicara tidak jelas (cadel) atau kesulitan menelan makanan.
  • Kedutan otot (fasikulasi) pada lengan, bahu, atau lidah.
Penting: ALS tidak memengaruhi indra penglihatan, pendengaran, perasa, maupun kemampuan berpikir penderitanya. Penderita tetap sadar sepenuhnya meskipun kemampuan motoriknya menurun.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga tahun 2026, penyebab pasti ALS masih terus diteliti oleh para ahli. Namun, sekitar 5-10% kasus diketahui berkaitan dengan faktor genetika (keturunan). Faktor risiko lainnya meliputi:

  • Usia: Paling sering terdiagnosis pada rentang usia 40 hingga 70 tahun.
  • Jenis Kelamin: Pria memiliki risiko sedikit lebih tinggi dibandingkan wanita sebelum usia 65 tahun.
  • Lingkungan: Paparan zat kimia tertentu atau kebiasaan merokok diduga dapat meningkatkan risiko.

Penanganan dan Terobosan Medis 2026

Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan ALS sepenuhnya, perkembangan medis terbaru di tahun 2026 memberikan harapan baru bagi pasien. Fokus pengobatan saat ini :

  1. Obat-obatan Progresif: Penggunaan Riluzole dan Edaravone untuk memperlambat kerusakan saraf.
  2. Terapi Genetik: Riset terbaru menunjukkan efektivitas terapi yang menargetkan mutasi genetik tertentu untuk memperpanjang fungsi otot.
  3. Terapi Pendukung: Melibatkan fisioterapi, terapi bicara, dan dukungan nutrisi untuk menjaga kualitas hidup pasien.

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya