Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sinopsis The Art of Sarah: Rahasia Besar di Balik Kematian Pendiri Brand Mewah

 Gana Buana
18/2/2026 18:25
Sinopsis The Art of Sarah: Rahasia Besar di Balik Kematian Pendiri Brand Mewah
Sinopsis The Art of Sarah.(Dok. Shs.sunnyverse)

KALAU kamu mengira The Art of Sarah cuma thriller “tebak-tebakan siapa pembunuhnya”, serial Korea Selatan terbaru di Netflix ini akan cepat membantah. Justru yang paling mengganggu bukan cara Sarah Kim mati, melainkan fakta bahwa selama ini orang-orang mungkin tak pernah benar-benar mengenalnya.

Serial ini mengajak penonton masuk ke sisi gelap kelas atas Seoul, tempat citra bisa dibeli, identitas bisa dirakit, dan kebohongan bisa tampak seperti prestasi.

Sinopsis The Art of Sarah: Misteri Mayat di Cheongdam-dong

Cerita dibuka dengan penemuan jasad Sarah Kim, pendiri merek mewah ternama Boudoir, di sebuah selokan kawasan elite Cheongdam-dong. Kontrasnya menampar, sosok yang hidup di panggung glamor justru berakhir di tempat paling hina.

Detektif Park Mu-Gyeong menangani kasus ini. Namun sejak awal, penyelidikan terasa janggal. Kematian Sarah seperti “rapi” di permukaan, tapi berantakan ketika disentuh lebih dekat. Semakin ia mengorek, semakin terlihat bahwa kasus ini bukan soal satu malam terakhir Sarah, melainkan soal bertahun-tahun kebohongan yang disimpan rapat.

Pertanyaan Sebenarnya: Siapa Sarah Kim?

Di titik tertentu, serial ini menggeser fokusnya dengan cerdas. Ini bukan lagi tentang “siapa yang membunuh Sarah”, melainkan “siapa Sarah sebenarnya”.

Sarah dikenal publik sebagai eksekutif sukses dengan citra sempurna: elegan, berpengaruh, dan selalu selangkah di depan tren. Tapi penyelidikan menemukan sesuatu yang mengerikan: hampir tak ada rekam jejak pribadi yang bisa dipastikan. Jejak masa lalu kabur, koneksi-koneksi tampak dibuat-buat, dan detail hidupnya seperti hasil kurasi, bukan kenyataan.

Di sinilah judulnya terasa ironis: identitas Sarah adalah “karya seni”, konstruksi yang disusun dari kepalsuan demi status, pengakuan, dan akses ke lingkaran elit.

Satire Pedas Dunia Mewah

The Art of Sarah juga menampar obsesi sosial pada kemewahan. Merek mewah fiktif yang dibangun Sarah bukan hanya latar cerita—melainkan simbol: betapa mudahnya publik memuja sesuatu yang tampak mahal, meskipun fondasinya rapuh.

Serial ini seperti berkata: di dunia yang memuja penampilan, kepalsuan tidak selalu dianggap aib, selama terlihat meyakinkan. Batas antara ilusi dan kebenaran makin tipis, dan semua orang ikut jadi bagian dari permainan itu: konsumen, media, sosialita, bahkan orang-orang terdekat Sarah.

Ambisi yang Menggiling Balik Pemiliknya

Mesin tragedi dalam serial ini sederhana, tapi mematikan: ambisi untuk “naik kelas”. Sarah terus mendorong dirinya lebih jauh, mengambil keputusan ekstrem demi menjaga citra yang sudah ia bangun. Masalahnya, kebohongan punya usia simpan. Masa lalu yang kelam dan ancaman terbongkarnya rahasia membuat hidupnya seperti bom waktu.

Dan ketika bom itu meledak, yang tersisa bukan sekadar kematian, melainkan kehancuran moral: siapa yang bersalah kalau satu kebohongan dipelihara oleh banyak orang yang sama-sama diuntungkan?

Akhir yang Menggantung, Tapi Menusuk

Serial ini ditutup dengan ambiguitas moral yang kuat. Penonton tidak hanya diajak mencari jawaban, tapi dipaksa menelan pertanyaan yang lebih pahit: berapa harga sebuah reputasi, dan siapa yang sebenarnya “menciptakan” Sarah—Sarah sendiri, atau masyarakat yang selalu meminta sosok sempurna? (Netflix/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya