Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KALAU kamu mengira The Art of Sarah cuma thriller “tebak-tebakan siapa pembunuhnya”, serial Korea Selatan terbaru di Netflix ini akan cepat membantah. Justru yang paling mengganggu bukan cara Sarah Kim mati, melainkan fakta bahwa selama ini orang-orang mungkin tak pernah benar-benar mengenalnya.
Serial ini mengajak penonton masuk ke sisi gelap kelas atas Seoul, tempat citra bisa dibeli, identitas bisa dirakit, dan kebohongan bisa tampak seperti prestasi.
Cerita dibuka dengan penemuan jasad Sarah Kim, pendiri merek mewah ternama Boudoir, di sebuah selokan kawasan elite Cheongdam-dong. Kontrasnya menampar, sosok yang hidup di panggung glamor justru berakhir di tempat paling hina.
Detektif Park Mu-Gyeong menangani kasus ini. Namun sejak awal, penyelidikan terasa janggal. Kematian Sarah seperti “rapi” di permukaan, tapi berantakan ketika disentuh lebih dekat. Semakin ia mengorek, semakin terlihat bahwa kasus ini bukan soal satu malam terakhir Sarah, melainkan soal bertahun-tahun kebohongan yang disimpan rapat.
Di titik tertentu, serial ini menggeser fokusnya dengan cerdas. Ini bukan lagi tentang “siapa yang membunuh Sarah”, melainkan “siapa Sarah sebenarnya”.
Sarah dikenal publik sebagai eksekutif sukses dengan citra sempurna: elegan, berpengaruh, dan selalu selangkah di depan tren. Tapi penyelidikan menemukan sesuatu yang mengerikan: hampir tak ada rekam jejak pribadi yang bisa dipastikan. Jejak masa lalu kabur, koneksi-koneksi tampak dibuat-buat, dan detail hidupnya seperti hasil kurasi, bukan kenyataan.
Di sinilah judulnya terasa ironis: identitas Sarah adalah “karya seni”, konstruksi yang disusun dari kepalsuan demi status, pengakuan, dan akses ke lingkaran elit.
The Art of Sarah juga menampar obsesi sosial pada kemewahan. Merek mewah fiktif yang dibangun Sarah bukan hanya latar cerita—melainkan simbol: betapa mudahnya publik memuja sesuatu yang tampak mahal, meskipun fondasinya rapuh.
Serial ini seperti berkata: di dunia yang memuja penampilan, kepalsuan tidak selalu dianggap aib, selama terlihat meyakinkan. Batas antara ilusi dan kebenaran makin tipis, dan semua orang ikut jadi bagian dari permainan itu: konsumen, media, sosialita, bahkan orang-orang terdekat Sarah.
Mesin tragedi dalam serial ini sederhana, tapi mematikan: ambisi untuk “naik kelas”. Sarah terus mendorong dirinya lebih jauh, mengambil keputusan ekstrem demi menjaga citra yang sudah ia bangun. Masalahnya, kebohongan punya usia simpan. Masa lalu yang kelam dan ancaman terbongkarnya rahasia membuat hidupnya seperti bom waktu.
Dan ketika bom itu meledak, yang tersisa bukan sekadar kematian, melainkan kehancuran moral: siapa yang bersalah kalau satu kebohongan dipelihara oleh banyak orang yang sama-sama diuntungkan?
Serial ini ditutup dengan ambiguitas moral yang kuat. Penonton tidak hanya diajak mencari jawaban, tapi dipaksa menelan pertanyaan yang lebih pahit: berapa harga sebuah reputasi, dan siapa yang sebenarnya “menciptakan” Sarah—Sarah sendiri, atau masyarakat yang selalu meminta sosok sempurna? (Netflix/Z-10)
The Art of Sarah tembus Top 10 Global Netflix dan duduki posisi 3 serial non-Inggris. Raih 3,8 juta penonton dan trending di 38 negara.
Temukan fakta menarik drakor The Art of Sarah di Netflix. Reuni Shin Hae Sun & Lee Jun Hyuk dalam thriller misteri tentang identitas palsu & kemewahan.
Temukan fakta menarik drakor The Art of Sarah di Netflix. Reuni Shin Hae Sun & Lee Jun Hyuk dalam thriller misteri tentang identitas palsu & kemewahan.
Daftar lengkap drama Korea tayang Februari 2026. Mulai dari thriller 'The Art of Sarah' di Netflix hingga romcom 'Our Universe'. Cek jadwal dan sinopsisnya di sini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved