Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah maraknya film bergenre horor yang hadir di layar bioskop Indonesia, hadir sebuah film drama-action berjudul ‘Jangan Seperti Bapak’. Menampilkan aksi laga intensitas tinggi, dibalut konflik keluarga yang mengangkat isu fatherless.
Jangan Seperti Bapak berkisah tentang Angel (Zee Asadel), harus kehilangan papanya Pablo (Verdi Solaiman) yang dibunuh secara sadis dan misterius. Bersama kelompok geng Red Dragon, Angel berusaha mencari tahu siapa sebenarnya pembunuh papanya dan berusaha untuk membalas dendam. Namun hal tersebut malah membawanya masuk ke dunia gelap dua kelompok gangster yang selalu bertikai.
“Ini (Film) ide ceritanya adalah murni dari saya, saya terinspirasi dari banyak film karena saya masih kecil itu hidup dengan film-film action dari Hongkok dan sekarang film-film drama seperti Korea. Jadi Film ini karena terinspirasi dari masa kecil yang memang banyak sekali nonton film-film seperti itu,” kata Produser film Nico Rosto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/2).
Disinggung terkait keberanian menghadirkan film bergenre drama-action dengan aksi laga intensitas tinggi, di tengah pasar film Indonesia yang lebih tertarik dengan film horor, film ini hadir sebagai upaya memberikan pilihan berbeda bagi penonton.
”Kenapa saya berani, filosofinya adalah bunga, kalau semuanya warna merah gak bagus. Kedua, kenapa kita berani, sebenernya ini film drama yang dibumbui action, karena sebenarnya ini dalam banget (dramanya) dan sebenarnya ini lebih bagus kalau ditonton lebih dari tiga kali biar dapat dramanya,” terang Nico.
Selain dibintangi Zee Asadel dan Verdi Solaiman, deretan aktor papan atas lainnya seperti Zack Lee (Vincent), Aulia Sarah (Sisca) hingga Donny Damara (Bara) juga terlibat. Dituntut menampilkan adegan laga berintensitas tinggi, para aktor pun harus melakoni workshop bela diri sebelum memulai syuting.
Kendati menampilkan sederet aksi laga, film yang disutradarai oleh Daniel Tito Pakpahan itu tetap menghadirkan pesan moral yang dekat dengan masyarakat yakni terkait isu fatherless. Verdi Solaiman, menyampaikan pandangan terkait pesan moral yang terkandung.
"Saran saya, untuk yang hubungannya tidak baik, buru-buru diperbaiki. Dan untuk yang belum bisa hadir, buru-buru ditemukan. Karena jangan sampai waktu kita udah habis, sedangkan seperti apa yang di film ini, anak ini akhirnya tidak mendapatkan kasih sayang bapaknya, baik dari bapak yang kandung maupun bapak yang tirinya gitu," tukas Verdi. (H-2)
ARBANI Yasiz sesaat lagi tengah menyambut tayangnya sinetron terbarunya, Keluarga yang Tak Dirindukan. Sinetron ini tayang mulai 13 Februari di MDTV dan Netflix.
Beneran Horor" memasuki tahap pasca-produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia
FILM Sunda Emperor merilis cuplikan perdana dan mengumumkan jajaran pemain, menghadirkan kisah yang dekat dengan budaya Sunda, itu adalah karya perdana rumah produksi Sapawave Films
Amanda menyebutkan, ia setidaknya menaikkan berat badannya hingga 14 kilogram, sehingga berat badannya mencapai kurang lebih 60-an kilogram.
Di film ini, ia memerankan karakter bernama Thalita, seorang selebritas yang terkena tipuan love scamming.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved