Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Revalina S. Temat kembali menyapa pencinta film Indonesia lewat karya drama religi terbaru bertajuk Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?. Dalam film garapan sutradara Jay Sukmo ini, Revalina didapuk memerankan tokoh utama bernama Sarah, sebuah karakter yang menurutnya memberikan tantangan emosional yang sangat intens.
Dalam konferensi pers usai pemutaran film di Jakarta, dikutip Kamis (22/1), Revalina membagikan pengalamannya menghadapi tuntutan peran yang menguras energi. Ia mengaku bahwa dinamika perasaan Sarah dalam skenario sangatlah fluktuatif, sehingga menuntut konsentrasi tinggi selama proses syuting berlangsung.
“Kesulitannya tuh dari segi emosi ya, dari mulai syuting tuh bener-bener kayak satu skenario itu kan sebenarnya up and down emosinya, dari dia happy yang enggak lama happy-nya, abis itu dia harus sedih dan banyak lagi ujian-ujian yang lain,” ungkap Revalina.
Kondisi tersebut membuat Revalina harus berhadapan dengan adegan-adegan berat hampir setiap harinya.
Namun, ia merasa terbantu berkat ekosistem kerja yang positif di lokasi syuting. Dukungan dari sutradara dan rekan sesama pemain menjadi faktor kunci bagi Revalina untuk tetap konsisten menjaga performanya.
“Ada sutradara ya kan, ada pemain-pemain lain yang saling support kita di lokasi juga. Jadi itu sih yang bisa bikin aku tuh tetap fokus dan juga bisa menghasilkan satu karya yang bismillah bisa dinikmati,” tuturnya.
Menariknya, Revalina mengaku tidak butuh waktu lama untuk merasuki jiwa karakter Sarah. Sejak tahap awal membaca naskah, ia sudah merasa terhubung dengan perjalanan hidup karakter tersebut. Intensitas emosi, terutama pada adegan-adegan kemarahan, sudah mulai terbangun bahkan sebelum kamera mulai merekam.
“Itu lumayan ini ya intens. Udah gitu kalau aku sih sebenarnya dari baca skenario tuh aku tuh suka kebawa emosi sih dari baca gitu ya. Terus udah gitu kita juga ada proses reading-nya, gimana nanti tingkat emosinya tuh setinggi apa,” tambahnya lagi.
Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? sendiri mengangkat isu keluarga dan keteguhan hati. Kisahnya berpusat pada Sarah yang harus melihat dunianya runtuh ketika sang suami, Satrio (Gunawan Sudrajat), meminta izin untuk menikah lagi dengan Annisa (Megan Domani), seorang resepsionis muda.
Keputusan Sarah untuk menolak poligami dan memilih bercerai justru membawanya pada pusaran konflik baru, mulai dari patah hati, stigma negatif masyarakat, hingga hubungan yang merenggang dengan putri tercintanya, Laila (Annisa Kaila).
Selain jajaran aktor utama tersebut, film ini juga didukung oleh talenta berbakat lainnya seperti Alex Abbad, Sheila Kusnadi, Risma Nilawati, Roy Sungkono, hingga Dhawiya Zaida. Drama religi yang menyentuh ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026. (Ant/Z-1)
Minat pada film nasional terus bertumbuh, pada 2025 dari 130 juta tiket bioskop yang terjual, sebanyak 60% di antaranya merupakan karya sineas lokal.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Makna doa inilah yang tergambar melalui film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?" yang akan tayang pada 29 Januari 2026.
Tantangan dalam menghayati peran seorang aktor biasanya bukan hanya soal mendalami emosi, tetapi juga mencakup perjuangan fisik yang ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved