Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?" akan Tayang di BioskopĀ 29 Januari 2026

Cornelius Juan Prawira
20/1/2026 22:40
Film
Megan Domani, Gunawan Sudrajat, Revalina S. Temat, dan Annisa Kaila berfoto bersama sebelum jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/1/2026).(MI/Cornelius)

KEKUATAN seorang perempuan yang berkeluarga kerap diukur dari bagaimana dirinya meramu masakan, menempuh karier, ataupun mengasuh anak. Tetapi, panjatan doa kepada Yang Maha Kuasa dan tetap belajar dari kesalahan justru menjadi simbol kekuatan menempuh hidup bersamaan dengan kesulitan dan tantangan yang boleh jadi datang bertubi-tubi.

Revalina S. Temat menceritakan, makna doa baginya adalah sumber ketenangan. "Doa bisa membuat perempuan berdiri tegak, walaupun banyak ujian dan cobaan," ungkapnya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/1/2026). 

Wanita berdarah Melayu ini meyakinkan, meski diuji seberat apa pun, seorang perempuan pasti kuat dalam  menghadapinya.  "Kekuatan doa itu sangat besar dan jangan pernah berhenti untuk berdoa," tegas Revalina soal bagaimana beragam ujian hidup sepantasnya dihadapi. 

Makna doa inilah yang tergambar melalui film "Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?" yang akan tayang pada 29 Januari 2026. Revalina tampil sebagai istri sekaligus ibu yang menghadapi kehadiran 'perempuan lain' di keluarganya, terutama bagi sang suami. Berkat keteguhan doa, ia memantapkan diri di jalan kebaikan meski berada dalam kegagalan bisnis, penderitaan sang suami, dan masa lalu kelam si 'perempuan lain'. 

Selain memanjatkan doa, mengakui kesalahan diri sendiri turut membantu seorang perempuan menjalani kehidupan yang lebih baik. Megan Domani, yang berduet peran dengan Revalina dalam film itu, mengakuinya. 

"Seorang perempuan bisa berproses dari kesalahan, memaafkan diri sendiri, dan tetap mencari inspirasi dari perempuan lain," ungkap wanita kelahiran Jamaika ini.  

Dalam aktingnya, Megan memang berperan sebagai 'perempuan perusak rumah tangga'. Namun, terdapat kisah kelam dalam relasi di keluarga yang membuatnya memerlukan sosok pelindung agar tetap bisa bertahan. 

Eksplorasi Rasa Perempuan

Fallisa Putri sebagai penulis skenario film tersebut mengungkapkan, dirinya hendak menjelajahi ruang lingkup perasaan perempuan dari generasi berbeda dengan tiga sudut pandang. Ia menegaskan setiap perempuan memiliki perjuangan batin yang unik dan layak untuk didengar. 

"Ingin memperlihatkan karakter seorang ibu yang resilience (tangguh), anak perempuan yang masih muda namun terjepit kedua ego orang tuanya, dan perempuan yang menjalani konsekuensi dari sebuah pilihan," ungkap Fallisa.  

Terlibat dalam akting, Ustadzah Shofwatunnida menyatakan, nilai keislaman turut jadi landasan lahirnya film ini, yaitu melalui surat Al-Insyirah (94) ayat 5-6.  "Dengan kekuatan doa dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai cobaan, seorang ibu dan istri yang terus dilangitkan, tanpa pasrah, ternyata Allah berikan hadiah yang begitu indah," tuturnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya