Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Korea Selatan Jo Yoon-woo mengumumkan akan berhenti dari dunia hiburan setelah tersiar kabar tentang pernikahannya. Kabar ini tentu saja meninggalkan rasa kecewa mendalam bagi para penggemar. Jo Yoon-woo, yang memulai debutnya pada tahun 2011 melalui drama Flower Boy Ramyeon Shop, meraih pengakuan publik luas melalui penampilannya di The Heirs, Mother’s Choice, Cantabile Tomorrow, dan Mask.
Salah satu peran ikonik Jo adalah saat memerankan karakter Koo Se-jun, pewaris generasi ketiga dalam drama She’s Alive. Karakter itu meninggalkan kesan mendalam karena ia berhasil menampilkan kecerdasan khasnya sekaligus transformasi karakter yang lebih gelap. Namun, setelah 15 tahun berkecimpung di industri ini, Jo mengumumkan pensiun, menjadikan drama Namnam (2023) sebagai proyek terakhirnya. Pada tanggal 1 Januari 2026, Jo membagikan sebuah unggahan panjang di media sosialnya bersama dengan beberapa foto pasangannya.
“Seiring dimulainya tahun baru, saya ingin membagikan sesuatu yang penting. Setelah pertimbangan panjang, saya telah menemukan pasangan hidup yang sangat berharga. Untuk mengejar kehidupan sehari-hari yang sederhana bersama, saya telah memutuskan untuk mundur dari 15 tahun karier akting saya,” tulis Jo di media sosialnya, dikutip Media Indonesia, Jumat, (2/1).
“Debut di usia 21 tahun, tahun-tahun sebagai aktor ini sangatlah berharga, jadi saya telah mempertimbangkan keputusan ini dengan hati-hati dalam waktu yang lama sebelum membagikannya sekarang.”
Ia menambahkan, “Kini saya ingin menulis babak selanjutnya dalam hidup saya dengan penuh sukacita bersama orang yang ingin saya lindungi selama sisa hidup saya. Tolong dukung kehidupan sehari-hari kami yang indah bersama pasangan tercinta sekaligus teman terdekat saya selama lebih dari empat tahun ini.”(M-2)
Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved