Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH bertahun-tahun fokus dalam karier akting yang sukses, Krystal secara resmi menandai kembalinya dirinya ke dunia musik dengan merilis single terbaru berjudul Solitary.
Lagu ini diposisikan sebagai single utama yang akan mengantarkan pada perilisan album solo perdana Krystal yang sudah lama dinantikan.
Solitary menawarkan perpaduan musik bernuansa R&B soul yang hangat dan dewasa. Perilisan ini bukan kejutan bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan musik Krystal belakangan ini.
Sebelum single ini, Krystal telah mengunggah sejumlah cover lagu bergenre R&B/soul di laman SoundCloud pribadinya, termasuk interpretasi dari lagu-lagu legendaris seperti Georgy Porgy milik Toto, I’m Coming Back oleh Lalah Hathaway, dan My Flame dari Bobby Caldwell.
Arah musik yang lebih soulful dan berakar pada R&B ini menjadi cuplikan jelas tentang sound yang akan ia eksplorasi lebih jauh di album studio perdananya nanti.
Bersamaan dengan comeback musiknya, Krystal juga berbagi proses di balik layar pembuatan album melalui seri dokumenter berjudul Charging Crystals.
Episode pertama dari seri ini telah resmi dirilis pada 6 November lalu melalui kanal YouTube label Beasts And Natives Alike (BANA).
Dokumenter ini menjadi kali pertama proses pembuatan albumnya dibagikan secara resmi kepada publik.
Charging Crystals memperlihatkan momen-momen candid Krystal dan perjalanan bermusiknya di berbagai lokasi, mulai dari London, House of Refuge di Pulau Jeju, hingga San Francisco.
Yang menarik, episode perdana juga menampilkan sesi studio yang intens bersama penyanyi, penulis lagu, dan produser ternama, Toro y Moi, memberikan gambaran kolaboratif yang kaya di balik materi album ini.
Krystal, yang memulai debutnya pada 2009 di usia 14 tahun, dikenal luas sebagai anggota dari unit musik legendaris f(x).
f(x) merupakan salah satu grup yang paling berpengaruh di ranah musik K-pop modern, dikenal karena karya-karya progresif mereka.
Album studio kedua f(x), Pink Tape (2013), diakui secara kritis hingga masuk dalam daftar bergengsi 100 Greatest Korean Albums oleh kritikus musik Korea.
Album terakhir grup, 4 Walls (2015), juga mendapat sambutan hangat dari pasar domestik maupun internasional berkat produksi dance-pop yang progresif.
Setelah masa aktifnya bersama f(x), Krystal mengalihkan fokusnya ke dunia akting. Karier aktingnya semakin melambung dengan perannya sebagai Han Yoo-rim dalam film Cobweb (2023) besutan Kim Jee-woon.
Penampilannya dalam film tersebut mengantarkannya meraih penghargaan Best New Actress dalam gelaran 33rd Buil Film Awards. Krystal juga dijadwalkan akan tampil dalam drama tvN mendatang, beradu akting dengan Ha Jung-woo dan Lim Soo-jung.
Kembalinya Krystal ke panggung musik dengan genre R&B soul yang matang menunjukkan evolusi artistiknya yang berkelanjutan, menjanjikan materi yang lebih personal dan mendalam di album solo perdananya. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved