Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat tenggelam di awal 2010-an oleh gelombang EDM komersial, musik techno kini bangkit kembali. Bukan sekadar sebagai genre klub, tapi sebagai bentuk ekspresi budaya baru. Di beberapa negara, festival seperti Awakenings di Belanda hingga Time Warp di Jerman, kembali menarik ribuan penonton. Artis seperti Charlotte de Witte, Amelie Lens, Reinier Zonneveld hingga Anyma menjadi simbol generasi baru musik techno.
Di Indonesia, kebangkitan ini terasa di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bali hingga Yogyakarta. Cukup banyak pesta musik yang menampilkan lebih banyak set melodic techno dan progressive house dibanding EDM. Musik techno disini merupakan musik dengan tempo konstan 120–140 BPM dan struktur ritmis yang berulang.
Di tengah era otomatisasi dan kembalinya musik techno, muncul pertanyaan apakah emosi manusia masih punya tempat dalam dunia yang semakin digital. Founder Ruang Lagu, Fiter Bagus Cahyono, menyatakan pandangannya.
“Musik techno itu seperti denyut jantung buatan manusia. Ia bisa menenangkan atau membangkitkan, tergantung seberapa sadar kita mendengarnya. Tapi yang paling penting, musik harus tetap punya jiwa manusia, bukan sekadar algoritma," kata Fiter dalam keterangan pers yang diterima Senin (10/11).
Bila merujuk pada studi klasik dari PubMed (1998), menunjukkan bahwa mendengarkan musik techno selama 30 menit dapat meningkatkan kadar adrenalin, beta-endorfin, dan dopamin. Hormon-hormon inilah yang membuat pendengarnya merasa bersemangat, fokus, dan terhubung secara emosional dengan alunan beat. Tubuh ikut menari bukan karena perintah, tapi karena dorongan biologis.
Namun musik techno yang terlalu keras dan monoton, bila didengarkan terlalu lama, dapat menimbulkan kelelahan neurologis (neural fatigue). Penelitian di PubMed (2019) menemukan bahwa otak yang terpapar pola ritmis berulang menunjukkan penurunan sensitivitas terhadap perubahan nada dan struktur musik lainnya. Dalam jangka panjang, ini dapat membuat seseorang hanya tertarik pada musik dengan intensitas tinggi dan kehilangan kepekaan terhadap nuansa lembut.
Fiter pun menyatakan, Music Techno semestinya bukan hanya musik elektronik melainkan jembatan antara manusia dan mesin, antara sains dan spiritualitas. Dia pun menegaskan bahwa efek hipnotik musik bukan hanya berasal dari pola beat, melainkan juga dari niat penciptaannya.
"Kami di Ruang Lagu percaya bahwa resonansi terdalam musik muncul dari empati. Ketika manusia mencipta dari perasaan, bukan dari mesin, pendengarnya ikut terhubung, bukan sekadar terprogram," jelasnya.
Melalui riset dan praktik kreatifnya, Ruang Lagu pun mencoba mengembalikan makna musik ke titik asalnya, bukan sekadar hiburan, tapi pengalaman manusia yang menyatukan tubuh, pikiran, dan emosi. Menghadirkan startup musik yang merayakan sisi manusiawi dalam setiap nada. menciptakan lagu, jingle, dan karya audio yang lahir dari empati, bukan algoritma.
“Musik bukan tentang frekuensi suara, tapi frekuensi hati. Techno, dalam bentuk terbaiknya, adalah meditasi modern bagi manusia yang hidup di tengah mesin," tukasnya. (H-3)
Videostar melanjutkan momentum dari empat single yang Rouri404 telah keluarkan sepanjang tahun ini.
Single Heal, yang dirilis Weird Genius dan Winky Wiryawan, mengajak pendengar untuk kembali ke era keemasan EDM.
BERAWAL dari proyek lagu EDM bergenre tech house yang dibuat oleh Fickry dan Coki NTRL, keduanya kemudian memutuskan untuk meneruskan proyek musik elektronik mereka di bawah nama SaladKlab.
DALAM dunia musik elektronik, nama Fuad Fach Rudy mulai mendapatkan tempat. Musisi kelahiran Gunungkidul ini membuktikan passion dan kreativitas dapat mengalahkan berbagai tantangan
Jebakan Mantan menjadi single kedua dari Ajojing sekaligus memperkenalkan personel baru mereka yaitu Dimas dan Bebe pada departemen vokal.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved