Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA sangka, perjalanan karier seorang Surani atau yang akrab dikenal publik dengan nama panggung Ranietha, berawal dari seorang pegawai marketing bank hingga akhirnya menjadi sosok konten kreator family lifestyle yang dikenal luas di TikTok dan Instagram.
Lahir di Jakarta, 26 Januari 1985, Ranietha kini aktif membuat konten bertema keluarga dan kehidupan sehari-hari yang ringan namun menginspirasi.
Tidak hanya itu, ia juga merupakan founder komunitas Influencer Acommunity ID, wadah kreatif bagi para influencer untuk saling berbagi ilmu dan peluang kolaborasi.
Perjalanan menuju kesuksesan tentu tidak mudah. Setelah memutuskan mundur dari pekerjaan di bank, Ranietha bertekad mencari pekerjaan yang bisa dijalankan dari rumah sambil merawat anak dan menyiapkan kehadiran anak keduanya. Dari sinilah karier digitalnya dimulai.
“Awalnya cuma iseng bikin konten di TikTok tentang Jin Qorin, eh ternyata viral dan banyak yang follow,” ungkapnya.
Sejak saat itu, tawaran kerja sama dengan berbagai brand mulai berdatangan. Salah satu kontennya bahkan pernah viral dengan 15 juta penayangan, saat ia membuat video parodi seputar isu “chicken nugget satu troli” yang ramai diberitakan berbagai media
Namun, sebelum menjadi kreator digital, Ranietha juga pernah aktif di dunia seni peran. Ia pernah bermain dalam film layar lebar Tina Toon dan Lenong Bocah, serta satu sanggar dengan alm. Olga Syahputra dan Ruben Onsu di Sanggar Ananda.
Tidak hanya di dunia hiburan, Ranietha juga dikenal sebagai penulis novel. Beberapa karya yang telah diterbitkannya antara lain Cinta Cewek Pengintai (Puspaswara), While U Were Sleeping (Elex Media Komputindo), dan Sisi Dunia (novel anak untuk Perpustakaan Nasional).
Dengan lebih dari 104 ribu pengikut di TikTok @raniethaa dan 134 ribu pengikut di Instagram @raniethaa, Ranietha kini menargetkan diri untuk semakin dikenal luas dengan konten inspiratif dan menghibur netizen Indonesia.
“Visi saya sederhana, ingin terus dikenal lewat karya positif dan menginspirasi banyak orang,” pungkasnya. (Z-1)
Masa depan persepsi politik publik sangat bergantung pada literasi media dan kesadaran kritis masyarakat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
LPSK membuka peluang perlindungan bagi aktivis dan influencer yang diduga mengalami intimidasi dan teror usai menyampaikan kritik, termasuk teror fisik dan digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved