Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Bhisma Mulia mengungkapkan pengalaman uniknya saat menjalani proses syuting film Menuju Pelaminan yang diproduksi PT Produksi Film Negara Persero (PFN) dengan teknologi extended reality (XR).
Menurut Bhisma, teknologi tersebut memberikan kemudahan sekaligus efisiensi tinggi dalam produksi film.
"Kayaknya aku cuma satu atau dua hari di XR, tapi rasanya menyenangkan dan aman banget karena dingin, enggak perlu panas-panasan naik mobil vintage-nya. Jadi, sangat-sangat membantu dan memudahkan banget selama proses syutingnya," ujar Bhisma, dikutip Rabu (8/10).
Film Menuju Pelaminan menjadi salah satu proyek sinematik yang memanfaatkan teknologi XR di Indonesia, di mana sebagian besar adegan
direkam di studio PFN Jakarta.
Teknologi itu memungkinkan penggabungan latar digital realistis dengan aksi langsung para pemeran, sehingga proses produksi bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus berpindah-pindah lokasi.
Menurut Bhisma, penggunaan teknologi ini membantu para pemain untuk lebih fokus membangun karakter dan menampilkan ekspresi terbaik tanpa harus mengulang banyak pengambilan gambar.
"Biasanya kalau syuting di lokasi, misalnya jalan searah, kan harus putar arah untuk mengejar satu angle. Tapi dengan teknologi ini, benar-benar menghemat waktu banget," kata Bhisma.
Ia menambahkan, penggunaan XR tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga mendukung kualitas akting karena lingkungan yang terkendali membuat pemain lebih nyaman.
"Jadinya kita bisa lebih fokus merajut karakter dan tetap menjaga drive dalam berakting. Teknologi ini sangat membantu," kata dia.
Dalam film Menuju Pelaminan, Bhisma memerankan karakter Fajar Prawiro.
Aktor tersebut beradu akting dengan nama-nama besar seperti Maizura, Cut Mini, Derry Oktami, Whani Darmawan, Brilliana Arfira, Bambang Ghundul, Dyah Mulani, Susilo Nugroho, M.N. Qomarrudin, dan Joanna Dyah.
Film Menuju Pelaminan mengangkat kisah drama perjalanan keluarga menggunakan mobil van tua untuk menempuh jarak 1.859 kilometer dari Yogyakarta ke Padang Pariaman demi mewujudkan pernikahan.
Teknologi XR membantu pembuat film menampilkan lanskap latar belakang dan adegan perjalanan menggunakan mobil van tua.
Film Menuju Pelaminan merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 PFN pada 5 Oktober lalu, menandai kebangkitan kembali peran PFN dalam industri perfilman nasional.
Selain menonjolkan unsur budaya Jawa dan Minang, film ini juga menjadi bukti adaptasi PFN terhadap perkembangan teknologi sinematografi modern.
PFN menargetkan Menuju Pelaminan dapat menjadi referensi film Indonesia yang memanfaatkan teknologi produksi mutakhir tanpa
kehilangan kedalaman cerita dan nilai-nilai budaya lokal. (Ant/Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Film Menuju Pelaminan merupakan hasil kolaborasi antara PFN dan Rekam Films, dengan dukungan mitra internasional Little Green White dari Singapura.
Mengambil latar Yogyakarta hingga Padang, film Menuju Pelaminan menampilkan kisah cinta yang manis sekaligus menegangkan, lengkap dengan keindahan budaya Indonesia
Film Menuju Pelaminan mengangkat kisah unik tentang dinamika persiapan pernikahan antarkeluarga dari dua latar belakang budaya yang berbeda, Jawa dan Minang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved