Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Della Dartyan dan Faradina Mufti menilai peningkatan produksi film Indonesia belakangan ini menjadi bukti kemajuan ekosistem industri perfilman Tanah Air yang semakin berwarna.
"Kalau untuk industri film Indonesia sendiri, kayaknya sudah semakin maju. Kita sudah shifting (bergeser), enggak kebanyakan horor. Sekarang makin banyak genre, ada drama, aksi, dan semakin banyak pemain baru serta talenta baru yang luar biasa," ujar Della, dikutip Selasa (30/9).
Kemunculan ragam genre sekaligus memperlihatkan bahwa pelaku perfilman nasional mulai berani mengeksplorasi berbagai tema. Dia juga mengatakan perkembangan industri film Indonesia terlihat jelas dari besarnya animo penonton dalam setiap gelaran festival film.
"Itu memberikan dampak positif, baik untuk sineas maupun penonton," ujar Della.
Senada dengan rekannya, Faradina Mufti menyoroti kolaborasi insan perfilman dengan institusi seperti Jogja Film Academy, yang berhasil melahirkan banyak talenta baru.
"Banyak sutradara muda yang berani mengeksplorasi kemampuan mereka dan menerima tantangan membuat karya luar biasa. Itu sangat perlu diapresiasi," kata Faradina.
Faradina menekankan bahwa pertumbuhan jumlah film juga sejalan dengan peningkatan kualitas penonton.
Dia berharap, ke depan, industri film Indonesia tidak hanya semakin produktif dalam jumlah, tapi, juga konsisten menjaga kualitas, sehingga mampu bersaing di tingkat internasional.
"Harapannya, dengan animo masyarakat yang semakin besar otomatis kerjaan untuk kita pun semakin besar juga. Dan yang penting, penonton sekarang semakin pintar dalam membedakan film yang baik dan berkualitas," pungkas Faradina. (Ant/Z-1)
Dalam film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang, Della Dartyan berperan sebagai seorang pengacara bernama Puspa.
Meskipun mengahadapi tantangan berupa bahasa, Della Dartyan mengaku sang Ibu merupakan orang Jawa sehingga baginya bahasa Jawa sangat mudah dan tidak asing.
Film yang mengambil lokasi syuting di Yogyakarta juga menjadi keuntungan bagi Della Dartyan karena merupakan tanah kelahiran ibunya.
AKTRIS pemeran Wati dalam film Sakaratul Maut, Della Dartyan, mengaku menekuni hobi yang cukup memacu adrenalin.
Ada satu hal menarik yang jarang dilewatkan keluarga Della saat momen puasa Ramadan tiba, yakni sajian gorengan sebagai takjil berbuka puasa.
Menurut Rio Dewanto, tantangan utama dalam proyek ini adalah menggambarkan karakter yang berada dalam keadaan bingung, hanya melalui ekspresi wajah dan gerakan tubuh.
Siksa Kubur tampil sebagai film Indonesia satu-satunya di program Mad MaxX BIFAN 2024.
Film Siksa Kubur yang dibintangi Faradina diputar di BIFAN 2024 yang berlangsung di Bucheon, Korea Selatan, 4 - 14 Juli 2024.
Meski tertarik untuk kembali bekerja, Faradina harus mempertimbangkan apakah keputusan tersebut memungkinkan tanpa mengorbankan waktu bersama keluarga.
Faradina memainkan peran sebagai Sita. Sita adalah seorang anak yang mencari jawaban besar atas pertanyaan besar dalam hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved