Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
TIARA Andini kembali hadir dengan karya terbarunya bertajuk Adu Bola Mata, yang menjadi penggambaran tepat dari fase malu-malu yang dialami sepasang kekasih saat tengah jatuh cinta.
Dalam keterangan pers, Universal Music Indonesia, dikutip Rabu (24/9), lagu ini menjadi salah satu single yang juga akan tampil di album kedua Tiara Andini.
Single ini digarap Tiara bersama dengan grup komposer kondang Laleilmanino yang terdiri atas Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro.
Secara lebih rinci, lagu ini diciptakan untuk menjelaskan fase malu-malu saat sepasang insan ingin mengungkapkan perasaannya.
Namun sesungguhnya perasaan itu tidak perlu diungkapkan lewat kata dan bisa dirasakan maknanya dari sorot mata yang mengisyaratkan rasa cinta.
Untuk aransemennya, lagu ini kembali nada pop yang ceria membawa nuansa era dari single populer Tiara terdahulu Kupu-Kupu.
Bisa dibilang lagu ini akan terus terngiang dan terus menari-nari di kepala pendengarnya setelah dinikmati karena nuansanya yang riang, groovy, serta danceable.
Lagu ini cocok untuk menemani kesibukan sehari-hari dan mampu membuat pendengarnya menjadi bersemangat dan bergembira.
Single Adu Bola Mata dari Tiara Andini kini sudah tersedia di beragam platform layanan musik digital.
Sementara Official Visualizer Video dan video perjalanan proses rekaman Adu Bola Mata juga bisa di tonton di YouTube resmi Tiara Andini. (Ant/Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved