Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYANGKAN berdiri di tengah badai. Langkahmu ragu, suaramu tercekat, dan apapun yang kau lakukan... salah. Inilah kisah yang dihidupkan Giant Jay dalam single terbarunya yang berjudul Serba Salah, sebuah karya musikal yang tak hanya menggugah telinga, tapi juga mengguncang jiwa.
"Badanku kurus jadi masalah, badanku gemuk juga masalah..."
Dari bait pertama, lagu ini bukan hanya terdengar — ia terasa. Single terbaru dari Giant Jay yang berjudul Serba Salah adalah ledakan kejujuran yang membongkar tekanan sosial, standar ganda, dan absurditas dunia yang membuat manusia terus-menerus merasa... salah.
Dirilis di bawah naungan label musik Pop ART, lagu ini ditulis oleh tiga kreator kuat di balik layar: Vadly Emily, Giant Jay, dan Nuki Nares.
Bersama, mereka menghadirkan karya yang tak hanya kuat secara musikal, tapi juga menggedor batin generasi yang lelah jadi korban ekspektasi.
Satu Lagu, Seribu Luka yang Diwakili
Serba Salah menyuarakan realita sehari-hari: ketika tubuhmu, pilihanmu, bahkan dompetmu bisa jadi bahan penghakiman. Liriknya lugas, brutal, dan relatable — tidak berusaha indah, tapi jujur hingga terasa menyakitkan.
"Ku punya uang jadi masalah, tak punya uang juga masalah...
Warna kulit pun jadi masalah..."
Lagu ini menyentuh luka yang tak tampak tapi dirasakan jutaan orang setiap hari. Lagu ini menyuarakan perasaan bersalah yang ditanam oleh standar sosial — bahkan ketika kita tak melakukan kesalahan apa pun.
Reff yang Menjadi Simbol Perlawanan
"Tak pernah cukup di matamu
Tak pernah benar di pikiranmu
Semua yang kulakukan tak pernah benar
Dasar dunia serba salah."
Reff lagu ini meledak dengan emosi, seolah ingin memekikkan isi hati semua orang yang pernah dibandingkan, diremehkan, atau dipaksa berubah hanya demi memenuhi selera orang lain.
Giant Jay membawakan lirik ini dengan vokal yang penuh tenaga dan keputusasaan yang membara — sebuah klimaks emosional yang mewakili suara-suara yang selama ini terbungkam.
Kampanye #SerbaSalah: Dari Lagu ke Gerakan Sosial
Tidak hanya berhenti sebagai karya musik, Giant Jay juga meluncurkan kampanye digital bertajuk #SerbaSalah, mengajak netizen untuk membagikan kisah-kisah saat mereka merasa tidak pernah cukup atau terus-menerus disalahkan.
Gerakan ini menjadi ruang aman untuk bercerita, berbagi luka, dan mulai berdamai.
Giant Jay: Suara Baru untuk Dunia yang Tak Lagi Mau Diam
"Gue nulis lagu ini bukan buat cari kasihan. Tapi buat bilang: kalau lo juga pernah merasa gitu, lo gak sendiri," ujar Giant Jay. "Gue cuma manusia yang juga lelah jadi 'cukup' buat semua orang."
Dengan vokal yang menggugah, lirik yang menghantam, dan produksi yang megah, Serba Salah hadir sebagai anthem mereka yang berani bersuara. Lagu ini bukan hanya musik — ini adalah cermin, perlawanan, dan harapan.
Serba Salah dirilis secara resmi pada 20 Juni 2025, di seluruh platform streaming digital. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved