Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYANGKAN berdiri di tengah badai. Langkahmu ragu, suaramu tercekat, dan apapun yang kau lakukan... salah. Inilah kisah yang dihidupkan Giant Jay dalam single terbarunya yang berjudul Serba Salah, sebuah karya musikal yang tak hanya menggugah telinga, tapi juga mengguncang jiwa.
"Badanku kurus jadi masalah, badanku gemuk juga masalah..."
Dari bait pertama, lagu ini bukan hanya terdengar — ia terasa. Single terbaru dari Giant Jay yang berjudul Serba Salah adalah ledakan kejujuran yang membongkar tekanan sosial, standar ganda, dan absurditas dunia yang membuat manusia terus-menerus merasa... salah.
Dirilis di bawah naungan label musik Pop ART, lagu ini ditulis oleh tiga kreator kuat di balik layar: Vadly Emily, Giant Jay, dan Nuki Nares.
Bersama, mereka menghadirkan karya yang tak hanya kuat secara musikal, tapi juga menggedor batin generasi yang lelah jadi korban ekspektasi.
Satu Lagu, Seribu Luka yang Diwakili
Serba Salah menyuarakan realita sehari-hari: ketika tubuhmu, pilihanmu, bahkan dompetmu bisa jadi bahan penghakiman. Liriknya lugas, brutal, dan relatable — tidak berusaha indah, tapi jujur hingga terasa menyakitkan.
"Ku punya uang jadi masalah, tak punya uang juga masalah...
Warna kulit pun jadi masalah..."
Lagu ini menyentuh luka yang tak tampak tapi dirasakan jutaan orang setiap hari. Lagu ini menyuarakan perasaan bersalah yang ditanam oleh standar sosial — bahkan ketika kita tak melakukan kesalahan apa pun.
Reff yang Menjadi Simbol Perlawanan
"Tak pernah cukup di matamu
Tak pernah benar di pikiranmu
Semua yang kulakukan tak pernah benar
Dasar dunia serba salah."
Reff lagu ini meledak dengan emosi, seolah ingin memekikkan isi hati semua orang yang pernah dibandingkan, diremehkan, atau dipaksa berubah hanya demi memenuhi selera orang lain.
Giant Jay membawakan lirik ini dengan vokal yang penuh tenaga dan keputusasaan yang membara — sebuah klimaks emosional yang mewakili suara-suara yang selama ini terbungkam.
Kampanye #SerbaSalah: Dari Lagu ke Gerakan Sosial
Tidak hanya berhenti sebagai karya musik, Giant Jay juga meluncurkan kampanye digital bertajuk #SerbaSalah, mengajak netizen untuk membagikan kisah-kisah saat mereka merasa tidak pernah cukup atau terus-menerus disalahkan.
Gerakan ini menjadi ruang aman untuk bercerita, berbagi luka, dan mulai berdamai.
Giant Jay: Suara Baru untuk Dunia yang Tak Lagi Mau Diam
"Gue nulis lagu ini bukan buat cari kasihan. Tapi buat bilang: kalau lo juga pernah merasa gitu, lo gak sendiri," ujar Giant Jay. "Gue cuma manusia yang juga lelah jadi 'cukup' buat semua orang."
Dengan vokal yang menggugah, lirik yang menghantam, dan produksi yang megah, Serba Salah hadir sebagai anthem mereka yang berani bersuara. Lagu ini bukan hanya musik — ini adalah cermin, perlawanan, dan harapan.
Serba Salah dirilis secara resmi pada 20 Juni 2025, di seluruh platform streaming digital. (Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved