Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI dan penulis lagu Angger Bayu Aji meluncurkan karya terbarunya berjudul Sang Waktu. Mengusung genre pop rock melankolis , lagu ini rencananya akan dirilis dalam waktu dekat dan menjadi penanda kedewasaan musikal Angger dalam mengolah emosi dan lirik.
Sang Waktu merupakan refleksi personal tentang cinta yang kandas oleh derasnya waktu, janji yang tak tertepati, serta kerinduan yang terus membekas. Dengan lirik puitis yang penuh makna dan nuansa musik yang menghanyutkan, lagu ini menyampaikan pesan yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
“Saya menulis lagu ini sebagai bentuk perenungan terhadap relasi kita dengan waktu—bagaimana waktu bisa membawa kebahagiaan sekaligus kehilangan. Lagu ini adalah suara dari mereka yang pernah mencintai, menunggu, dan ditinggalkan,” ujar Angger Bayu Aji
'Dalam gelap malam kita bersua, sang waktu berlari seperti Arjuna', demikian bait pembuka lagunya. Ia memilih metafora untuk menggambarkan betapa cepatnya waktu berlalu, bahkan dalam momen-momen paling penuh makna. Tema ini terus berulang sepanjang lagu, memperkuat kesan kehilangan dan keinginan untuk memutar kembali waktu yang telah lewat.
Secara musikal, Sang Waktu menggabungkan elemen-elemen pop rock dengan sentuhan emosional yang mendalam. Aransemen yang dinamis namun tidak berlebihan, dipadu dengan vokal yang tulus, menjadikan lagu ini tidak hanya menyentuh, tetapi juga relevan bagi pendengar dari berbagai latar belakang usia.
Karya ini diharapkan dapat memperkaya khazanah musik Indonesia, khususnya dalam ranah lagu-lagu bertema melankolis yang tetap kuat secara musikal. Angger sendiri dikenal sebagai sosok yang kerap menghadirkan lirik-lirik dengan muatan sastra, menjadikannya berbeda di tengah hiruk pikuk industri musik populer.
Lagu “Sang Waktu” akan segera tersedia di berbagai platform musik digital dan dapat dinikmati oleh para pencinta musik dalam waktu dekat. (H-2)
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Rendy Laks menghadirkan tiga single terbaru sekaligus yang berjudul “Berakhir Di Sini”, “Mahligai”, dan “Pengagum Rahasia.
“Kita bentuk caranya, misalnya dalam bentuk PNBP di bawah ekonomi kreatif. Setiap pencipta boleh mendaftarkan karyanya dan diverifikasi oleh ekonomi kreatif sehingga lebih clear,"
DI penghujung tahun 2025, Petrus Mahendra atau Mahen kembali menelurkan karya terbaru setelah sebelumnya meluncurkan mini album bertajuk Setelah kau Pergi.
Momen 30 Desember dipilih sebagai waktu yang tepat untuk merefleksikan duka di masa lalu dan bangkit dalam lembaran baru.
DALAM momentum Hari Guru Nasional, Big Records Asia menghadirkan karya reflektif melalui perilisan single terbaru dari band alternatif asal Bandung, Twonda, berjudul Terima Kasih.
Bukan sekadar ajang rilis lagu, tapi pernyataan diri bahwa band asal Purwakarta ini siap berdiri sejajar di kancah musik nasional.
Lagu ini merupakan karya cipta Titi DJ sendiri.
Akhir Februari lalu, Media Indonesia bertanya kepada Rhoma Irama di Studio Soneta, Depok. Pertanyaan itu seputar lagu baru si Raja Dangdut yang selalu dinanti para penggemar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved