Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Agus Kuncoro menyebut film barunya, yang berjudul Gundik menghadirkan tema 'segar' yang mencakup kombinasi cerita horor, perampokan, dan komedi.
"Ini fresh (segar). Jadi, horor tapi juga ada heist-nya, tapi juga ada komedinya. Dan balance (seimbang), maksudnya enggak ada yang berlebihan. Jadi emang porsinya tuh kayak seger, fresh," kata Agus, Rabu (7/5).
Dia menyampaikan bahwa film barunya juga menuturkan hubungan antara ayah dan anak serta mertua dan menantu.
Agus berperan sebagai Otto dalam film Gundik yang dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 22 Mei 2025.
Ia mengaku menerima tawaran untuk memerankan tokoh Otto karena menilai ada kebaruan di dalamnya.
Otto merupakan anggota kawanan yang hendak merampok rumah seorang perempuan yang disebut Nyai.
Tokoh Nyai, yang diperankan oleh aktris Luna Maya, digambarkan sebagai sosok mistik berbentuk manusia setengah ular.
Agus menuturkan tantangannya berakting menghadapi makhluk mistik semacam itu.
"Karena dalam horor hampir semuanya situasinya kan enggak mungkin saya bisa nge-riset kan. Semuanya kan pada akhirnya imajinatif, enggak mungkin juga ketemu makhluk seperti ini," katanya.
Film Gundik menuturkan upaya perampokan rumah yang melibatkan beberapa mantan perampok yang sudah biasa melakukan perampokan menggunakan senjata.
Para perampok semula menganggap rumah sasaran mereka sebagai target mudah. Namun, perempuan pemilik rumah tersebut ternyata bukan manusia biasa.
Kekacauan pun kemudian muncul. Para perampok harus berjuang untuk melarikan harta rampokan sekaligus menyelamatkan diri dari ancaman makhluk mistik yang memburu mereka.
Selain Luna Maya dan Agus Kuncoro, aktris Ratu Sofya dan aktor Maxime Bouttier juga berperan di film ini. (Ant/Z-1)
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Selain regulasi, PARFI’56 juga menyoroti ketimpangan sebaran layar bioskop yang masih terpusat di Pulau Jawa.
Selain duet komedian Oki Rengga dan Lolox yang memberikan penyegaran lewat sisi humor, film Tiba-Tiba Setan turut diperkuat oleh deretan aktor dan aktris ternama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved