Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM jumbo yang merupakan sebuah film petualangan dengan genre fantasi animasi Indonesia tuai kesuksesan dan ditonton oleh banyak orang. Film Jumbo telah disaksikan oleh lebih dari 8 juta penonton terhitung sampai Kamis, 1 Mei 2025. Film ini tayang perdana di bioskop pada tanggal 31 Maret 2025.
Film yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy dalam debut penyutradaraannya ini dibuat oleh sekitar 400 kreator lokal. Salah satu kreator lokal yang terlibat dalam pembuatan film Jumbo ialah Wahyu Denis.
Diketahui pria yang berasal dari Kabupaten Malang ini terlibat dalam film Jumbo sebagai Lighting & Compositing Artist. Pada produksi film Jumbo yang telah dirancang sejak 2020 ini, Denis bergabung pada pertengahan tahun 2024, untuk menyempurnakan visual film.
"Saya bergabung sebagai Lighting & Compositing Artist di tahap akhir produksi pada pertengahan 2024," ungkap
pemilik nama lengkap Wahyu Denis Kurniawan, seperti dikutip dari laman Metro Tv, Minggu (4/5).
Diketahui, Denis memang sudah menyukai animasi sejak remaja. Akan tetapi, ia bukan lulusan sekolah film atau animasi. Dulunya, ia menempuh pendidikan SMK Multimedia lalu melanjutkan pendidikan dengan mengambil jurusan Arsitektur di Universitas Mercu Buana (UMB).
Sebelum terlibat dalam film Jumbo, Denis juga memiliki pengalaman Denis dalam pembuatan film animasi 'Nussa The Movie' (2021). Denis menuturkan merasa bangga bisa kembali dipercaya untuk berkontribusi dalam produksi film animasi Indonesia.
"Sebelumnya saya juga sudah turut mengerjakan Nussa The Movie. Kemudian, di-reach out kembali oleh lead team Lighting & Compositing untuk ikut berkontribusi kembali di film animasi Jumbo. Sangat bangga sekali bisa turut berkontribusi lagi untuk pembuatan film animasi di Indonesia," pungkasnya. (Z-10)
Google Year in Search 2025 menempatkan “Jumbo” sebagai kata paling dicari, disusul tren AI, lari, padel, hingga topik budaya dan figur publik sepanjang tahun.
Kemenangan itu diperoleh dari kategori Piala Antemas, sebuah kategori untuk film paling laris sepanjang tahun di bioskop.
Desain poster tetap menampilkan karakter utama seperti Don dan teman-temannya, namun seluruh tulisan mulai dari judul hingga daftar kru dan pemain, diterjemahkan ke dalam aksara Hanzi.
25 film tembus seleksi awal FFI 2025, dari Sore hingga Jumbo. Termasuk 5 karya sutradara perempuan siap bersaing merebut Piala Citra.
SETELAH kesuksesan film Jumbo dengan meraup lebih dari 10 Juta Penonton, film animasi karya anak bangsa itu kembali meraih kesuksesan setelah dialihwahanakan dalam Konser Jumbo
Konser ini serupa lanjutan dari pentas seni yang dilakukan oleh Don dan teman-temannya di film. Namun, ceritanya berkembang lebih luas dengan emosi karakternya yang lebih intens.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved