Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MEMASUKI pekan terakhir Ramadan, Visinema Studios merilis trailer dan poster final untuk menyambut penayangan film animasi Jumbo pada 31 Maret di seluruh bioskop Indonesia. Dalam trailer final, cerita diperlihatkan dari karakter Meri (Quinn Salman) yang kehilangan orangtuanya.
Meri pun meminta bantuan pada Geng Jumbo: Don (Prince Poetiray), Nurman (Yusuf Ozkan), dan Mae (Graicela Abigail). Berkat bantuan dari Geng Jumbo, Meri pun bisa mencari orangtuanya, dan ia memiliki harapan. Trailer akhir ini memberikan kisah lain dari dua official trailer sebelumnya, yang membawa penonton untuk masuk ke dunia penuh warna, tawa, petualangan dan haru.
Penulis dan sutradara Jumbo Ryan Adriandhy memberikan apresiasi atas semua antusiasme yang diterima oleh filmnya. Sejak momen gala premiere hingga rangkaian pemutaran spesial di 20 kota di Indonesia, Jumbo telah mendapat sambutan yang meriah dan positif.
“Aku sangat sangat terharu dengan semua review dan kesan positif yang kalian bagikan untuk film kami. Terima kasih telah meluangkan waktu dan berbagi kebahagiaan ini denganku, yang menimbulkan rasa yang sungguh luar biasa: untuk melihat karya ini ternyata menyentuh hati kalian,” kata Ryan Adriandhy dalam sebuah surat yang ia buat untuk semua orang, dikutip dari siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu, (26/3).
Ryan pun berharap, antusiasme dan sambutan positif film Jumbo bisa berlanjut hingga hari pertama tayang filmnya pada 31 Maret di bioskop. Sebab, bagi Ryan, menonton Jumbo pada hari pertama tayang akan membuat perjalanan film ini menjadi lebih lengkap.
“Kehadiran kalian di hari perdana tayang, juga di satu minggu pertama akan sangat menentukan umur Jumbo di bioskop. Ini juga menentukan perjalanan film Jumbo ke depannya. Aku berharap perayaan Jumbo akan membuka lebih banyak peluang bagi film animasi Indonesia berkualitas yang dibuat dengan niat dan dengan proses sebaik-baiknya di masa depan, seperti cara Jumbo dibuat,” lanjut Ryan.
Ryan pun mengucapkan terima kasih untuk semua orang yang telah mengikuti perjalanannya bersama seluruh kreator Jumbo. Sejak pertama kali Ryan mengumumkan proyek film animasi Jumbo pada 2020, hingga akhirnya filmnya akan tayang di bioskop, ia merasa sudah banyak yang ikut tumbuh bersama karya ini.
“Besar keinginanku untuk bisa mengalami ini lagi bareng kalian di karya berikutnya. Di film animasi berikutnya. Dan itu Insya Allah bisa terwujud jika 31 Maret 2025 kursi bioskop terisi untuk “JUMBO”. Sampai jumpa di 31 Maret 2025 ya,” ajak Ryan.
Film animasi Jumbo mengikuti perjalanan Don, seorang anak yang sering diremehkan teman-temannya. Untuk membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar anak bertubuh besar yang selalu kalah, Don bertekad tampil di pertunjukan bakat dengan menampilkan sandiwara panggung, terinspirasi dari buku dongeng peninggalan orang tuanya.
Namun, segalanya berubah ketika seorang perundung mencuri buku tersebut, dan Don bertemu dengan sosok anak kecil misterius yang meminta bantuannya untuk kembali bersatu dengan orang tuanya. Bersama teman-teman barunya, Don memulai petualangan magical dan penuh keajaiban, mengajarkan arti kepercayaan diri, keberanian, dan persahabatan sejati.Diisi suara oleh Prince Poetiray, Quinn Salman, Yusuf Ozkan, M. Adhiyat, Graciella Abigail, Ariel NOAH, Bunga Citra Lestari, Angga Yunanda, Cinta Laura Kiehl, Ratna Riantiarno, dan Ariyo Wahab. (M-3)
Kehadiran AI sebagai kemajuan teknologi bukanlah semata ancaman, melainkan dapat membantu dengan nilai kreatif lebih tinggi.
Musikal Keluarga Cemara 2025 akan pentas pada 20 Juni–13 Juli di Ciputra Artpreneur.
Film Jumbo ini resmi dirilis di Indonesia pada 31 Maret 2025 dengan durasi 102 menit. Film animasi terlaris ini juga disutradarai oleh Ryan Andriandhy.
Industri perfilman Indonesia terus mencatat sejarah baru dengan hadirnya film-film berkualitas yang mampu menarik jutaan penonton.
Capaian Jumbo akan memberikan kesempatan yang terbuka lebar bagi para kreator serta para investor dan produser untuk mau memberikan keyakinan lebih pada karya animasi.
FILM animasi Jumbo yang diproduksi oleh Visinema Studios meraup sukses besar. Tercatat, kini Jumbo telah mengumpulkan 8,2 juta lebih penonton per Jumat malam (2/5)
Menurut Nurra Datau, kemiripan dengan The Last Airbender terutama karena Panji Tengkorak juga mengusung visual dua dimensi dan koreografi pertarungan yang didasari oleh seni beladiri.
Menjelang perilisannya pada 28 Agustus, film animasi Panji Tengkorak dibandingkan dengan Merah Putih One for All.
Wamenekraf Irene Umar mengatakan semua pejuang ekonomi kreatif bebas untuk memamerkan karyanya selama memberikan dampak positif kepada masyarakat.
Film animasi Panji Tengkorak menggabungkan elemen laga, mitologi, dan drama emosional dengan visual animasi yang modern dan dinamis.
Ide pembuatan lomba video animasi itu merupakan hasil diskusi antara UBL bersama Indoposco dan terdorong keberhasilan Film Jumbo (2025).
Lebih dari sekadar karakter super hero, Patrion pun hadir sebagai gerakan baru bertajuk Pergerakan Patriot Nusantara atau Patrion Movement.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved