Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK cukup merilis Rungkad Remix pada Januari 2025, Fufu Clan, yang terdiri dari Hara, Elsha, dan Faiz, kembali memantapkan langkah musikalitas mereka dengan merilis Que Sera.
Seperti yang sudah dipertunjukkan dalam EP mereka di penghujung 2024 (Headshot of The Year), tidak butuh waktu lama untuk pendengar mereka terpikat dan tenggelam dalam dunia Fufu Clan.
Que Sera yang secara harfiah berarti ‘Apa yang terjadi’ dari bahasa Spanyol, menunjukkan secara naratif apa yang dilalui Fufu Clan dalam keseharian mereka.
“Lagunya bisa dibilang bittersweet secara cerita. Karena dari awal kita menyanyikan Que Sera, kita itu ibaratkan wajah panas terkena matahari pagi yang kemudian diikuti oleh alarm berbunyi. Sebenarnya kita tidak ingin bangun dari tidur, tapi ya apa daya: hari sudah tiba, dan kita harus menjalaninya,” ungkap sang penyanyi dan penulis lagu, Elsha.
Dengan hook ‘Menantang kegagalan’, yang beberapa kali diulang oleh Fufu Clan, jelas lagu ini tidak menyiratkan suratan pesan kepada para pendengar untuk semangat dan melawan.
Menariknya dari Fufu Clan, pesan ini menjadi benang merah antar EP pertama mereka ke project-project lainnya di masa depan.
Elsha pun menambahkan: “Perlawanan dan perjuangan itu bisa datang dari hal kecil. Bangun tidur saat bersedih, malas menggosok gigi, hingga mencintai dirimu sendiri di cermin kaca – semua ini terasa sepele, tapi juga menjadi perang besar untuk sebagian orang. Fufu Clan ada di sini untuk remind itu: lo nggak sendirian di sini, dan kemenangan-kemenangan kecil dalam hidup itu patut dirayakan."
Dari sisi dapur produksi, Hara dan Faiz merasa Que Sera adalah manifestasi saat sebuah band sudah saklek dan pede dengan antaranggotanya.
“Seperti band indie pada umumnya: lagu ini kita buat di dalam kamar kost. 2 hari lumayan mengurung diri, hanya keluar saat jam pulang atau jam makan. Tapi karena fokus luar biasa, Que Sera lahir. Benar-benar tidak ada merasa pressure atau pun dorongan ambisius. Ini kita hanya menyuarakan suara kami sebagai band, semoga lo suka,” Kata Hara.
Faiz, yang akhirnya ‘pecah telor’ dengan menjadi produser di lagu ini, cukup bahagia dengan kebebasan yang didapatkan dari membuat segalanya sendiri.
“Ini benar-benar jadi lagu pertama gue untuk nge-produce. Selain Hara dan Elsha yang sudah satu otak dengan gue, pengalaman terbaik dari membuat Que Sera ini adalah kebebasan yang gue dapatkan dari keterbatasan. Kita menjadi lebih dekat antar satu sama lain sebagai manusia – benar-benar serba DIY, kita bertiga ngulik bersama. Kalau tadi sempat dibilang bittersweet oleh Elsha, gue setuju banget dengan itu: namanya seniman miskin, ya modal untuk menciptakan karya memang benar-benar kembali ke niat,” tutup Faiz
Que Sera, lagu terbaru dari Fufu Clan, sudah bisa dinikmati di semua platform streaming digital favorit mulai 26 Februari 2025. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved