Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS sengketa hak cipta antara Agnez Mo atau Agnes Monica dan pencipta lagu Ari Bias menjadi perbincangan hangat di industri musik Indonesia.
Berikut adalah kronologi lengkap dari awal hingga putusan pengadilan yang menjatuhkan denda kepada Agnez Mo.
Pada Mei 2023, Agnez Mo membawakan lagu Bilang Saja yang diciptakan oleh Ari Bias dalam tiga konser di Indonesia:
HW Superclubs Surabaya (25 Mei 2023)
H Club Jakarta (26 Mei 2023)
HW Superclub Bandung (27 Mei 2023)
Ari Bias kemudian mengklaim bahwa Agnez tidak meminta izin atau membayar royalti atas penggunaan lagu tersebut.
Setelah mengetahui bahwa lagunya digunakan tanpa izin, Ari Bias berusaha menghubungi pihak Agnez Mo untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Namun, upaya komunikasi tersebut tidak mendapatkan respons yang memuaskan. Akibatnya, Ari Bias mengirimkan somasi kepada pihak Agnez Mo, tetapi tetap tidak mendapat penyelesaian yang diharapkan.
Karena tidak ada titik temu dalam negosiasi, Ari Bias akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada September 2024.
Dalam gugatannya, ia menuntut ganti rugi atas pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh Agnez Mo dengan membawakan lagu tanpa izin.
Pada 30 Januari 2025, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengeluarkan putusan bahwa Agnez Mo terbukti bersalah atas pelanggaran hak cipta.
Pengadilan mewajibkan Agnez membayar ganti rugi sebesar Rp1,5 miliar kepada Ari Bias. Jumlah ini berasal dari tiga konser di mana setiap konser dikenakan denda Rp500 juta.
Dalam putusan pengadilan, Agnez Mo dinyatakan melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, khususnya:
Pasal 9 Ayat (1) yang menyatakan bahwa pencipta memiliki hak eksklusif untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak ciptaannya.
Pasal 113 Ayat (3) yang menyebutkan bahwa pelanggaran hak cipta dalam bentuk penggunaan tanpa izin dapat dikenakan sanksi berupa denda dan/atau pidana penjara.
Pasal 115 yang menegaskan bahwa penggunaan ciptaan tanpa izin dalam skala komersial dapat berujung pada tuntutan perdata maupun pidana.
Putusan pengadilan ini menimbulkan berbagai reaksi dari para musisi Indonesia:
Melly Goeslaw menyampaikan keprihatinannya dan menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara pencipta lagu dan penyanyi.
Armand Maulana mengungkapkan bahwa kasus ini bisa berdampak pada ekosistem musik Indonesia.
Ahmad Dhani menegaskan bahwa pencipta lagu memiliki hak untuk menuntut keadilan atas karya mereka.
Kasus ini menjadi pengingat bagi industri musik Indonesia tentang pentingnya menghormati hak cipta.
Penyanyi dan pencipta lagu harus memastikan ada komunikasi yang baik terkait izin penggunaan lagu untuk menghindari sengketa hukum di masa depan.
Kasus Agnez Mo vs Ari Bias menjadi salah satu contoh bagaimana pentingnya penghormatan terhadap hak cipta dalam industri musik.
Dengan adanya kasus ini, diharapkan para musisi lebih memahami regulasi hak cipta agar tidak terjadi permasalahan serupa di masa depan. (Mediaindonesia.com/Z-10)
PENYANYI Agnes Monica mengungkap bahwa tempat tinggalnya di Amerika Serikat, berjarak cukup dengan dengan titik lokasi kebakaran hebat yang terjadi di Los Angeles.
60 pencipta lagu yang tergabung dalam Garda Publik Pencipta Lagu (Garputala) melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kita bentuk caranya, misalnya dalam bentuk PNBP di bawah ekonomi kreatif. Setiap pencipta boleh mendaftarkan karyanya dan diverifikasi oleh ekonomi kreatif sehingga lebih clear,"
Menurut para pemohon, LMKN saat ini justru telah menimbulkan kekacauan dalam pengelolaan royalti yang seharusnya dikelola dari, oleh, dan untuk pencipta lagu, bukan oleh lembaga.
KEMENTERIAN Kebudayaan resmi menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 yang berlangsung selama empat hari pada 8–11 Oktober di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta.
Somasi ini disusul dengan melaporkan Agnez Mo ke Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran hak cipta pada Juni 2024.
Polemik pemungutan dan pendistribusian royalti yang memunculkan polemik antara pemilik hak cipta dan pelaku usaha. Velodiva jadi platform yang bisa menjembatani
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved