Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Pulung Gantung Pati Ngendat yang diproduksi Makara Production bersama Bravo Romeo akan segera tayang di bioskop pada 6 Februari. Film ini mengangkat kisah urban legend yang ada di Gunungkidul, Yogyakarta. Pulung Gantung Pati Ngendat mengikuti kisah Rian (Andrew Barrett) bersama kekasihnya, Alana (Nadia Bulan Sofya) dan dua temannya, Ben (Michael Russell) dan Elsa (Annisa Aurelia Kaila), yang mendatangi kampung halaman Rian setelah mendapat kabar kematian bapaknya yang disebabkan oleh kutukan Pulung Gantung.
Selain Andrew Barrett, Nadia Bulan Sofya, Michael Russell, dan Annisa Aurelia Kaila, “Pulung Gantung Pati Ngendat” dibintangi Egi Fedly sebagai Karsidi, Indra Pacique sebagai Prasetyo, dan Adelia Rasya sebagai Marlina. Tidak hanya menampilkan mitos tentang keberadaan Pulung Gantung, film besutan Chiska Doppert ini juga menyajikan visual indah dari lanskap pemandangan di Gunungkidul. Film ini juga ingin menawarkan sisi petualangan, persahabatan, percintaan, dan kekeluargaan.
“Kami sengaja memilih untuk syuting di tempat yang belum terjamah, bahkan belum digunakan oleh film-film lain. Tujuannya, supaya film ini memiliki daya tarik dari segi visual yang menampilkan keindahan alam di Gunungkidul,” ungkap sutradara Pulung Gantung Pati Ngendat Chiska Doppert saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/1).
Chiska menambahkan, lokasi yang menjadi latar syuting film tersebut cukup menantang, karena memang jarang digunakan sebagai pilihan produksi. Bahkan, warga sekitar tidak ada yang mau datang ke lokasi tersebut, sebab akses yang sulit. “Setiap detail dalam film ini, dari setting hingga tata suara dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang mencekam dan tak terlupakan,” lanjutnya.
Produser Shankar R.S menambahkan, melalui film ini pihaknya ingin menyampaikan pesan jika bunuh diri bukan jalan keluar untuk mengatasi masalah. Apalagi mengaitkan kenyataan yang terjadi dengan mitos yang belum tentu benar adanya.
“Jika kalian ada masalah, jangan dipendam sendiri hingga menimbulkan depresi. Kami berharap lewat film Pulung Gantung masyarakat bisa sadar untuk tidak terus menerus percaya dengan hal-hal negatif,” ungkapnya.(M-2)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Rekor baru perfilman Indonesia di 2025: 126 film masuk festival internasional, 48 penghargaan diraih, hingga kesuksesan Pangku dan Agak Laen.
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) tayang 5 Februari 2026. Amanda Manopo dan Fajar Sadboy beradu akting dalam drama komedi berlatar fenomena pinjaman online.
Beberapa judul yang menjadi sorotan utama di antaranya kisah romantis Sore: Istri dari Masa Depan yang menampilkan chemistry antara Dion Wiyoko dan Sheila Dara, serta film Tinggal Meninggal
Pelatihan menghadirkan para pakar dan praktisi terkait teknis produksi, hukum, hak cipta, hingga distribusi dan komersialisasi karya.
Kuartet Agak Laen kembali beraksi lewat film Agak Laen: Menyala Pantiku, menggabungkan komedi dan empati di tengah kehidupan panti jompo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved