Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND pop-melayu GammaOne, yang sudah menorehkan sejumlah hits ikonik di industri musik Indonesia, kembali hadir dengan single terbaru mereka, Percaya Atau Tidak.
Lagu ini menjadi single ketiga mereka yang dirilis pada 2024 di bawah naungan GP Records, menyusul dua single sebelumnya, Berjuang Sampai Mati dan Pengkhianatan Terbesar.
Band asal Bangka Belitung yang beranggotakan Heri (vokalis), Nilam (vokalis), Alung (gitaris), dan Pandi (bassis) telah dikenal dengan lagu-lagu berwarna pop-melayu yang sarat emosi dan tema sehari-hari.
Percaya Atau Tidak, yang ditulis Heri, sang vokalis, mengangkat kisah seseorang yang berada di ambang batas kesabaran dalam sebuah hubungan.
Setelah bertahan dan terus dikecewakan, akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan hubungan yang selama ini dirasakannya tak seimbang, walaupun pasangannya dan banyak orang lain tak mempercayai keputusannya untuk pergi.
"Lagu ini menyuarakan perasaan yang banyak dialami orang – perjuangan dan titik akhir di sebuah hubungan yang bertepuk sebelah tangan," kata Heri. "Kami ingin menyampaikan bahwa dalam setiap perjuangan, setiap orang punya batas kesabaran dan hak untuk memilih kebahagiaan mereka sendiri."
Dengan aransemen yang mengusung ciri khas GammaOne, Percaya Atau Tidak menyajikan nuansa santai namun penuh perasaan yang cocok untuk didengarkan kapan saja.
Melodi melayu yang ringan berpadu dengan lirik penuh makna membuat lagu ini mudah dinikmati, terutama oleh mereka yang sedang mengalami masa-masa patah hati atau refleksi diri.
Lagu ini tidak hanya sekadar melanjutkan alur cerita dari dua single sebelumnya, tetapi juga memperlihatkan sisi emosi yang lebih mendalam. GammaOne berharap bahwa lagu ini dapat menjadi teman bagi para pendengar yang berada dalam perjalanan emosi serupa dan memberikan rasa pengertian bahwa mereka tidak sendiri. (Z-1)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved