Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA hampir satu dekade, trilogi How To Train Your Dragon telah menyuguhkan kisah yang menggetarkan hati dan berpusat pada ikatan antara anak laki-laki dan hewan. Sekarang, sutradara Dean DeBlois, yang menyutradarai ketiga seri animasi tersebut, menjadi sutradara bersama Chris Sanders untuk How to Train Your Dragon Live Action, dengan kisah yang mengawali semuanya.
Toothless, yang menjadi kesayangan banyak penonton, akan mendapatkan dimensi yang baru, karena Isle Of Berk disulap menjadi nyata.
Mengutip Empire, perpindahan How to Train Your Dragon dari animasi ke live-action membawa penekanan yang berbeda pada waralaba How To Train Your Dragon. Menjadi sebuah kekuatan baru, baik secara fisik maupun emosional.
“Ini sangat menegangkan dalam hal pertaruhan - memiliki naga yang sepenuhnya nyata,” ujar sang sutradara How to Train Your Dragon Live Action, dikutip dari Empire, Rabu, (20/11).
Meskipun sebagian besar keseruan akan datang dari melihat bagaimana Toothless yang menggemaskan ditampilkan dalam versi cerita ini, ada juga masalah Hiccup - anak yang menentang tradisi dan datang untuk menunjukkan kepada orang di sekitarnya bahwa naga tidak harus selalu menjadi musuh. Masuklah Mason Thames, yang terkenal karena peran utamanya dalam The Black Phone.
“Karena karakter ini mewakili semua orang aneh di luar sana, dan ada banyak di antara kita. Ada sedikit kecanggungan, tapi juga kerentanan dalam dirinya yang (muncul) karena dia berusia 15 tahun saat kami mengaudisinya,” kata kata DeBlois. (Z-1)
Megan Domani mengungkapkan bahwa peran Annisa memberikan tantangan tersendiri, terutama dari sisi pendalaman karakter yang memiliki latar belakang keluarga yang kompleks.
Revalina S Temat membagikan pengalamannya menghadapi tuntutan peran yang menguras energi di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved