Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Believe The Ultimate Battle baru saja merilis cuplikan, sekaligus memperkenalkan para pemeran dan orang-orang di balik filmnya. Believe The Ultimate Battle merupakan produksi debut dari rumah produksi Bahagia Tanpa Drama, yang didirikan produser Celerina Judisari dan Syaiful Wathan.
Film ini mengambil inspirasi dari buku Believe, sebuah kisah nyata tentang keyakinan, mimpi dan keberanian, yang dikemas dalam format aksi perang. Ajil Ditto menjadi pemeran utama Agus, berpasangan dengan Adinda Thomas, sebagai Evi.
Wafda Saifan memerankan Dedy Unadi, sosok ayah Agus yang berjuang di Operasi Seroja Tahun 1975. Sementara Maudy Koesnaedi memerankan karakter mertua Agus, dan Marthino Lio akan menjadi lawan tangguh di medan perang.
Film Believe The Ultimate Battle disutradarai oleh Rahabi Mandra, dibantu Arwin T. Wardhana yang tengah melakukan syuting hingga Desember 2024. Dalam teaser yang dirilis, memperlihatkan Dedy Unadi melakukan penerjunan di wilayah Timor Timur pada 1975. Proses syuting ini juga mendapat dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), terutama dalam menghasilkan gerakan perkelahian dan taktik perang.
Film yang direncanakan tayang pada tahun 2025 menjadi debut dari Bahagia Tanpa Drama yang dibentuk oleh Celerina Judisari dan Syaiful Wathan. Celerina telah memproduseri film diantaranya Kadet 1947, Satria Dewa Gatotkaca dan film Tanda Tanya, sedangkan Syaiful Wathan terlibat dalam puluhan film sejak tahun 2004 hingga saat ini, seperti Virgin, Jelangkung 3, Filosofi Kopi 2, Keluarga Cemara, dan Mencuri Raden Saleh. (M-1)
Adinda, sebelumnya, berpartisipasi dalam film-film seperti KKN di Desa Penari, The Wedding & Bebek Betutu, dan Magic Hour.
"Yang susah dialek harus balik lagi ke Jawa (logat Jawa), detailnya benar-benar dijagain untuk jadi Widya lagi."
Marthino Lio mengungkapkan bahwa pengalaman barunya sebagai sutradara amat berkesan dan menantang.
Film Janur Ireng mengikuti kisah Sabdo dan Intan, dua insan yang tak boleh dipersatukan.
"Iya (ngulik soal keris) dikasih liat, dikasih pegang, dikasih tau bagaimana pegangnya dan etika ketika mencabut keris dari sarungnya seperti apa,"
Dengan latar belakang kisah tentang benda keramat yang juga membawa unsur klenik, Marthino Lio mengatakan hal itu tidak bisa dipungkiri menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Film Dosa Musyrik disutradarai Hadrah Daeng Ratu dan menyatukan pasangan Marthino Lio–Delia Husein. Ini akan menjadi film horor yang bukan sekadar menghadirkan wujud setan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved