Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
METHOSA, band yang terbentuk pada 2020 dengan personel Mansen Munthe (vokal), Rina Nose (vokal), Kelana Halim (bass), Agung (synthesizer), dan Dami (gitar), kembali merilis single baru, BOW (Bangun Orang Waras).
Lagu BOW diciptakan atas dasar keresahan para personel Methosa yang peduli akan nasib bangsa, serta masyarakat yang ada di dalamnya, dari semua lapisan masyarakat, terutama menengah ke bawah.
"Apa yang terjadi saat ini merupakan hal yang tidak bisa kita anggap remeh dan pandang sebelah mata. Keserakahan para pemimpin tampaknya sudah tidak bisa dibendung lagi. Mereka secara terang-terangan melakukan praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di depan umum. Bahkan hal tersebut bukan hanya dilakukan oleh pemerintah pusat saja, namun sudah masuk tingkat daerah dan merata," papar Methosa.
Atas dasar itulah lagu Bangun Orang Waras tercipta. Agar siapapun yang mendengarkan lagu ini, tersadar dan memulai membenahi diri dan mau aktif dalam mengawasi kinerja pemerintah,serta tidak tutup mata dengan apa yang terjadi saat ini.
Namun, ketika merilis lagu BOW tersebut, Methosa mendapat berbagai hambatan. Berbagai media sebagai tempat untuk berpromosi, pada umumnya menolak dan tidak berani memutar lagu atau menyiarkan momen Methosa membawakan lagu ini di acara mereka. Alasanya, lirik lagu tersebut, terlalu tajam dan secara langsung dan lugas mengkritik penguasa.
Bahkan disinyalir lirik dari lagu BOW menyindir salah satu pasangan pemimpin terpilih yang saat ini tengah menjadi sorotan dari kasus akun media sosialnya yang tengah menjadi perbincangan publik.
Padahal, menurut Methosa, lirik lagu tersebut adalah karya dari pemikiran yang terjadi dalam kehidupan nyata yang dirasakan sebagian masyarakat tentang kesulitan mencari pekerjaan, pendidikan yang tidak memadai, soal gaji yang tergolong kecil, tentang hutan adat yang terampas, tentang guru honorer, kesulitan para petani, langka dan mahalnya pupuk dll.
"Kami tidak bermaksud menyindir seseorang semata, akan tetapi lebih ditujukan kepada siapapun yang mencederai demokrasi dan hukum. Praktek politik yang pada kenyataannya tidak pro rakyat kecil dan semuanya nyata tengah terjadi," tegas Methosa.
Di album Methosa sebelumnya, yang berjudul Kausa Nusantara, Methosa mengangkat banyak isu-isu sosial dalam lagu mereka. Dari isu tentang kesetaraan, kemiskinan, lingkungan hidup, hukum, kelaparan dan perdamaian. Contohnya lagu Nasi Goreng yang menyindir tentang janji politik penguasa, Getih tentang petani yang dirampas lahannya, serta Igual yang mengangkat isu tentang kesetaraan.
Methosa juga mengabadikan momen kebebasan setelah melewati masa-masa mengerikan pandemi covid-19 lewat lagu Conserva. Sembunyi, lagu yang mengangkat isu lingkungan hidup menjadi lagu Methosa yang paling banyak diputar saat ini. Mengandalkan keunikan dan keanekaragaman aransemen dari setiap lagu yang dibuat, Methosa mencoba mengajak seluruh lapisan masyarakat agar aware dengan misi mereka. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved