Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND asal Surabaya yang tengah ramai dibicarakan, Thee Marloes, hari ini, Rabu (21/8), akhirnya merilis album perdana. Dirilis melalui label rekaman Big Crown Records yang berbasis di New York City, album yang diberi judul Perak ini merangkum kisah perjalanan ketiga personel Thee Marloes di kota asalnya. Thee Marloes terdiri dari Natassya Sianturi sebagai vokalis dan keyboardis, Sinatrya ‘Raka’ Dharaka pada gitar, dan Tommy Satwick pada drum.
Berisi 12 lagu, album Perak menghadirkan kembali beberapa single Thee Marloes terdahulu. Lagu-lagu yang termuat dalam album Perak yakni I Know, Logika, Summer, Midnight Hotline, Beri Cinta Waktu, True Love, Mungkin Saja, Not Today, Over, No One Else, Nona, dan Thank You.
Selain merilis album secara digital, Thee Marloes juga menyuguhkan dalam bentuk cetakan vinyl, CD dan kaset. Bentuk album fisik tersebut sudah tersedia di beberapa toko rilisan musik, pun dapat dibeli saat Thee Marloes manggung.
“Semoga Perak bisa menjadi persembahan yang bisa dinikmati bukan hanya oleh pendengar setia kami selama ini tapi semua orang. Semoga album ini juga bisa membuat kami lebih bersemangat lagi dalam bermusik dan membuka pintu kesempatan lainnya termasuk panggung-panggung yang lebih banyak lagi di luar sana,” kata sang vokalis Natassya Sianturi melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Rabu (21/8).
Saat ini Thee Marloes dijadwalkan tampil di acara Ombak Festival di Malaysia pada September 2024. Mereka akan berbagi panggung dengan Nile Rodgers & Chic, Grace Jones, Macy Gray, The Cardigans, dan masih banyak lagi. Mereka juga siap menggelar tur Jepang pertama mereka pada Oktober 2024.(M-3)
Bus PO Harapan Jaya jurusan Surabaya–Trenggalek terjaring razia di Jombang setelah lawan arus. Sopir dan kenek kedapatan mabuk, 61 penumpang dipindahkan ke bus lain.
Khofifah berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik.
Penerbangan Super Air Jet IU 721 rute Lombok–Surabaya tertunda hampir 5 jam. Penumpang di Bandara Lombok protes dan tuntut kompensasi.
PEMERINTAH Kota Surabaya tetap memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, meski warga pemilik data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dinonaktifkan oleh pemerintah.
BALAI Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi agar virus Nipah tidak masuk wilayah Jawa Timur.
DUA WNA berasal dari Tiongkok inisial WM dan LJ kedapatan mencuri di dalam pesawat udara (in-flight theft) pada penerbangan Citilink nomor QG716 rute Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB).
Menampilkan 12 lagu, album ini menghadirkan kembali beberapa single Thee Marloes terdahulu yang sebenarnya merupakan bagian dari album perdana mereka.
Thee Marloes berusaha untuk merepresentasikan Surabaya dari sudut pandang yang berbeda.
Meski lagunya up tempo dan dikemas dengan balutan elemen musik funk, Mungkin Saja merupakan curahan Thee Marloes untuk menyikapi usia yang bertambah, namun banyak rencana yang gagal.
I Know adalah lagu bernuansa mid-tempo tentang menyikapi tabir dusta dari hubungan cinta yang didasari oleh sebuah kebohongan.
Dalam rilisan piringan hitam 7 inci-nya, Thee Marloes juga menghadirkan lagu berjudul Beri Cinta Waktu dengan suasana yang berbeda sebagai Side B.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved