Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVEL Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karya Puthut EA diadaptasi menjadi film berjudul sama. Diproduksi oleh Dapur Films, bekerja sama dengan K Studio dan Seven Skies Motion, film akan disutradarai oleh Hanung Bramantyo.
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu akan dibintangi oleh Refal Hady, Amirah Filzah, Carissa Perusset, Nadya Arina, Meriam Bellina, dan Slamet Rahardjo. Film tersebut berkisah tentang penulis yang selalu dikejar-kejar oleh waktu.
“Jadi film ini mengikuti kisah penulis muda bernama Daku (Refal Hady). Dia takut menuliskan kisah novelnya sendiri. Selalu terjebak menulis cerita pesanan. Untuk memulai novel debutnya sendiri dia merasa ketakutan. Itu juga yang dirasakan Daku dalam percintaan,” kata sutradara Hanung Bramantyo dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat, (2/8/2024).
Baca juga : Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa Enggan Jadi Film Stereotip
Film pun telah merilis poster resminya kemarin, Kamis, (1/8/2024). Dalam poster terdapat wajah Refal Hady yang didesain seperti sobekan kertas dan di tengah-tengah wajahnya terdapat beberapa wajah perempuan. Sementara sebuah jam menjadi latar dari poster tersebut. Film ini sekaligus menjadi kolaborasi perdana Refal Hady dengan Hanung.
“Pertama kali bekerja sama bareng mas Hanung. Luar biasa karena aku dapat kesempatan untuk memerankan karakter utama di judul ini. Dan juga punya kesulitan pastinya,” kata Refal Hady.
“Ini seperti tertampar ya. Kurang lebih mirip antara diriku dan karakter Daku. Bedanya Refal ini setiap ada kegagalan langsung refleksi diri. Maksudnya pelajaran cinta yang udah dilewati jadi pembelajaran. Nah Daku ini agak telat. Dia merasa kalau prinsipnya enggak terganggu, ya dia merasa enggak terganggu. Dia percaya bahwa cinta itu ada waktunya,” tambah Refal.
Untuk tanggal rilis film, masih belum diumumkan pastinya namun dijadwalkan pada Oktober 2024. Di film ini, penyanyi Fabio Asher berkolaborasi dengan salah satu penyanyi asal Malaysia, Aina Abdul akan membawakan original soundtrack film.
(Z-9)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved