Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI indie, Egha Myatkhan, kembali menghadirkan karya dengan merilis single terbarunya, I Don’t Care, pada 17 Mei 2024 sebagai trek kedua dari album perdananya, Zero Two One.
Setelah perilisan single pertamanya, Take Me Home, yang bertemakan romansa, I Don’t Care menawarkan pendengar perspektif baru tentang kebebasan pribadi dan ekspresi diri.
I Don’t Care mencerminkan pertumbuhan artisik Egha Myatkhan dengan nuansa musik Pop/Rock, diiringi lirik-lirik yang introspektif.
Baca juga : Rindu Kehidupan Desa, Koko Halmahera Lahirkan Single dan Donasikan Royalti
Berbicara tentang single terbaru ini, Egha Myatkhan mengatakan, “Lagu ini sebenernya adalah kumpulan realisasi diri gue yang akhirnya gue sadari bahwa banyak hal-hal yang ga begitu penting untuk kita pedulikan, seperti hal-hal yang ada di luar kontrol kita termasuk opini orang lain yang sering kali membuat kita menjadi orang lain."
"Dalam perjalanan penemuan diri inilah gue sadar bahwa tidak apa-apa untuk memprioritaskan kebahagiaan dan kesejahteraan diri sendiri, baru setelah itu kita bisa membahagiakan orang lain," lanjutnya.
I Don’t Care, menurut Egha, adalah tentang membebaskan diri dari ekspektasi sosial dan menjalani hidup sesuai dengan keinginan sendiri.
Selain merilis single, Egha Myatkhan juga telah menyiapkan lyric video I Don’t Care, yang akan dirilis di kanal YouTube Egha Myatkhan pada 18 Mei 2024.
I Don’t Care akan tersedia di semua platform streaming utama, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Lagu ini diharapkan akan menjadi inspirasi bagi pendengarnya untuk menjalani hidup dengan lebih autentik dan berani. (RO/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved