Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Musisi Koko Halmahera yang bernama asli Agustinus Toko Susetio merilis karya terbarunya berjudul Jaman Semono. Lagu ini menjadi single dari delapan lagu yang dikemasnya ke dalam album berjudul yang sama, Jaman Semono. Album ini menjadi yang keempat setelah karya terakhirnya yang berjudul Hujan Atau Rindu.
Baca juga : Isyana Sarasvati akan Bawakan Banyak Lagu dari Album Baru di Lazada Fest
Untuk single hits kali ini, Koko menyampaikan sebuah kerinduan untuk kembali hidup di suasana kehidupan desa yang bersahaja dan asri. "Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang tinggal di kota, dan menyadari bahwa ternyata kehidupan di desa jauh lebih baik dari kota," kata pria alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Sebagai penulis lagu, Koko menyampaikan refleksinya terhadap impian banyak orang yang selalu mengejar kehidupan kota dengan meninggalkan desa untuk memperjuangkan dan mengubah nasibnya. "Tapi di tengah perlombaan banyak orang untuk hidup di kota, justru sebagian orang saat ini memiliki mimpi untuk kembali ke desa, membangun desa dengan kegiatan pertanian, menjalani keseharian sebagai petani, hidup rukun dan damai dengan keluarga dan sanak saudara," tuturnya.
Ia pun menggambarkan betapa indahnya kehidupan di desa yang bebas dari kemacetan, terbebas dari udara kotor akibat tingginya tingkat polusi, tak ada pula banjir karena rusaknya daerah resapan hingga kehidupan sosial yang saling tolong-menolong dan bergotong royong.
"Melalui lagu ini, saya ingin menyampaikan pesan kepada para pendengar untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah lingkungan dan sosial yang terjadi di perkotaan. Setidaknya tidak perlu berlomba-lomba untuk mencari kehidupan yang lebih baik di kota, karena daya dukung lingkungan di kota sudah semakin menurun," tuturnya.
Sebagai salah satu bentuk kepeduliannya, Koko mengaku akan mendonasikan sebagian pendapatan dari royalti lagu ini untuk mengembangkan ekowisata Cisangku di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Tempat ini dipilih, kata dia, karena menjadi tempat shooting official music video dari lagu Jaman Semono.
Menurut Koko Halmahera, meskipun tema lagunya serius, nada dan lirik dalam lagu ini dikemas dalam arransemen yang mengajak pendengarnya untuk berdendang. Lagu ini dibalut secara jenaka dengan sentuhan musik pop dan dangdut koplo. "Saya sadar genre musik semacam ini memiliki pendengar yang militan sehingga diharapkan pesan lagu ini akan sampai ke lebih banyak pendengar," ujarnya.
Lagu Jaman Semono ini rencananya didistribusikan melalui digital streaming platform. Untuk albumnya akan dirilis pada 15 Desember 2023. Album ini berisi 8 track lagu berbahasa jawa dan bahasa Indonesia dengan genre pop dangdut dan Electronic Dance Music/house music.
"Pesan lagu yang baik itu harus bisa menyentuh dan mengajak pendengarnya untuk melakukan hal positif. Dalam hal ini mari kita bergembira dengan tetap mengutamakan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama," katanya. (B-4)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved