Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka datang dari industri musik. Penyanyi rohani Melitha Sidabutar meninggal dunia pada Senin (8/4). Label rekaman Impact Music, yang menaungi Melitha selama ini, mengumumkan kabar duka ini melalui unggahan di akun Instagramnya, @impactmusicindonesia. Di unggahan tersebut, Impact Music juga menyertakan rencana ibadah penghiburan dan rumah duka tempat Melitha akan disemayamkan.
“Selamat jalan Melitha, bersama Tuhan Yesus di surga mulia. Rumah duka Carolus ibadah penghiburan oleh gereja @gti.tiberias 19.00,” tulis Impact Music, lengkap dengan foto Melitha dan tanggal kelahiran hingga tutup usianya.
“Mari berikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan,” lanjutnya.
Baca juga : Awan Garnida Sore: Ade Paloh Salah Satu Penulis Lagu Terbaik Indonesia
Melitha meninggal di usia 23 tahun. Pun demikian, belum ada informasi terkait penyebab Melitha meninggal. Sebelumnya, pada Maret 2023, dia sempat mengeluarkan lagu rohani terbaru, yakni Penolong dalam Kesesakan.
Di lagu dengan iringan musik full band tersebut, Melitha mengungkapkan terima kasihnya atas kasih Tuhan. Dia pun melantunkan bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap kesesakan yang dialaminya dalam hidup ini.
“Terlalu ajaib kasihMu padaku, selalu terbukti di dalam kesesakan, penolongku yang setia,” sebagaimana lirik lagu Penolong dalam Kesesakan.
Baca juga : Dennis Van Aarssen Merilis Single Penutup Album Natal
Sekadar informasi, Melitha dikenal publik sebagai penyanyi saat mengikuti Indonesia Idol bersama saudara kembarnya, yakni Melisha Sidabutar. Melitha harus menerima kabar duka, kehilangan Melisha pada 2020 silam karena sakit.
Dalam unggahan video terakhir di akun Instagram, @melithatricia, Melitha mengungkapkan betapa sulitnya kehilangan sang kakak. “Karena saking traumanya, kadang aku lupa kalau Melisha tuh sudah enggak ada,” ujar Melitha dalam video yang diunggah pada Kamis (28/3) kemarin.
Tiga tahun berselang, Melitha akhirnya menyusul sang kakak. Pada kolom komentar unggahan video tersebut, khalayak pun mengungkap duka yang mendalam.
“Rest in Love @melithatricia. Seorang anak muda yg dalam 4 tahun ini sudah menjadi berkat buat banyak manusia. Susah untuk menerima berita ini. Tetapi memang Tuhan yang punya kehidupan,” komentar seorang Netizen.
“Akhirnya Melitha dan Melisa sudah bertemu di surga, bernyanyilah bersama malaikat di surga. Rest in Peace,” timpal yang lainnya. (Z-10)
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
Sejumlah orang berpendapat bahwa ruh atau roh dalam bahasa Indonesia bukanlah makhluk atau yang diciptakan. Pendapat tersebut dibantah banyak ulama.
Perayaan ini bukanlah untuk menunjukkan kehebatan manusia, melainkan untuk menyenangkan hati Tuhan.
Dengan album Natalnya yang dirilis sebelumnya pada tahun 2022, "Christmas When You're Here", dia tampaknya memiliki klaim yang sah sebagai ikon musik natal Belanda.
PAPUA Muda Inspiratif berkolaborasi dengan komunitas Worship Everywhere mengadakan konser rohani di Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Papua.
PEMKAB Lamongan, Jawa Timur alokasikan anggaran dana sebesar Rp6,9 miliar untuk insentif bagi pengurus pesantren, takmir masjid, guru ngaji serta rohaniawan di wilayahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved