Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMEDIAN dan aktor, Raditya Dika kerap mengunggah kedekatannya dengan keluarganya di media sosial, termasuk dengan anak-anaknya. Ayah dari dua anak ini memiliki cara tersendiri dalam pola asuh dan mendidik anaknya.
"Gue biasanya mengawali pagi dengan ketemu anak gue. Kayak tadi pagi, gue sama Annisa (istrinya) bacain cerita buat mereka. Kayak cerita belalang makannya apa, kenapa makannya rumput. Gue gak pengen anak yang pinter sebenarnya, tapi gue pengen anak yang penasaran. Penasaran itu bisa ngalahin anak yang pintar. Karena kalau dia terus penasaran, dia bakal nguliknya jauh," katanya dalam sesi obrolan di kanal YouTube CXO Media, Kamis (26/10).
"Gue kalau hari Minggu, ada waktunya penasaran bareng anak gue. Gue panggil mereka ke depan komputer. Terus kalian mau liat apa? "Pa, mau liat polar bear", nah tau gak makannya apa, dan lain-lain. Kadang-kadang suka-suka aneh dan suka random kayak ular keluar dari telurnya," lanjut Dika Angkasaputra Moerwani Nasution tersebut.
Baca juga: Anak Berpotensi Besar Terpapar Penyakit akibat Pola Asuh yang Salah
Sebab, lanjutnya, dari rasa penasaran tersebut, anak-anak akan mengulik banyak hal lebih mendalam. "Mereka (anak-anak) rasa penasarannya tinggi banget sehingga ada beberapa hal yang sudah mereka tahu. Dan kadang membuat gue jadi di challenge sama mereka. Ada yang tiba-tiba anak gue kayak hippo makan apa? Gue juga gak tahu dan dalam kepala gue, dia hidup di air dan dia makannya ikan. Terus gue kayak Hippo makan ikan kak. Salah, dia bilang. Hippo makan water melon, dia bilang," papar sutradara tersebut.
Radit, demikian sapaanya, menyebutkan pola didikan untuk kedua putrinya, yaitu Alea, 4, dan Aksa, 3, tidak ada perbedaan besar. "Yang kita lagi cari itu adakah kesukaan mereka. Jadi, perjalanan gue sekarang adalah membuat mereka meraih potensi terbaik mereka. Itu adalah tujuan gue di dunia. Sehingga gue selalu memantau apa yang mereka suka. Kalau kelihatan mereka suka, gue push mereka sampai ke sana," paparnya.
Baca juga: Bebas Polusi, Penyanyi Uci Flowdea Sebut Venice Menarik
"Contohnya si Aksa, dia suka nyanyi, semuanya dinyanyiin sampai suaranya serek. Akhirnya kita leskan dia nyanyi. Nah, si Aksa dia senang. Sedangkan Alea lebih senang nari," lanjut penulis tersebut.
Tak hanya itu, pemenang penghargaan Movie of the Year atas karya Marmut Merah Jambu dalam ajang Indonesian Choice Awards tahun 2015 ini mempunyai cara tertentu agar anak tidak menjadi manja dengan menunda beberapa hal yang mereka minta.
"Persoalannya adalah bukan tidak memberikan mereka (anak-anak) sesuatu tapi membuat mereka bersabar mendapatkan itu. Ini udah kita praktekkin dari dulu. Karena menurut gue, supaya gak manja memang itu sih. Jangan apa-apa semua langsung dikasih karena mereka akan tau hidup ini semudah itu. Jadi, mereka harus ada sesuatu jadi mereka dapat apa yang mereka mau," jelasnya.
Hal ini juga dipraktikkan Radit bersaam istrinya dengan hanya memberikan waktu layar ke anak hanya di hari Minggu. "Anak-anak bisa dapat screen time cuma hari Minggu. Sisanya mereka bermain semaunya mereka. Screen time pun gak serta merta nonton kadang ada gimnya juga (gim yang mendidik)," jelasnya.
Mengawali karir di dunia hiburan, Radit mulai dengan menulis buku. Karya pertama yang mengangkat namanya adalah buku berjudul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005). Seluruh cerita dalam karyanya tersebut berasal dari blog pribadi terdahulu milik Radit, www.kambingjantan.com, yang sekarang menjadi www.radityadika.com. Buku pertamanya tersebut masuk kategori best seller.
Selain menulis buku, ia juga bermain dalam film yang diangkat dari pengalaman hidupnya, Kambing Jantan: The Movie dan film-film lainnya. Selain itu, seiring berjalannya waktu, ia juga mengasah kemampuannya untuk menjadi sutradara dan penulis skenario di sejumlah film. (Z-3)
Komentar Brigitte Macron tentang demonstran di sebuah pertunjukan komedian memicu gelombang kritik dari selebritas, aktivis feminis, hingga tokoh politik Prancis.
Komedian sekaligus aktor, Mudy Taylor, berpulang pada Selasa (25/11).
KOMEDIAN Lee Jin-ho kembali menjadi sorotan publik setelah terlibat sejumlah kasus serius. Baru-baru ini ia ditangkap karena kedapatan mengemudi dalam keadaan mabuk.
KOMEDIAN Sule sempat mengalami sakit hingga merintih kesakitan. Kondisinya itu terungkap melalui unggahan video di Youtube Diary Sule Family.
Film Kang Solah From Kang Mak x Nenek Gayung, yang merupakan sekuel dari film sebelumnya, Kang Mak from Pee Mak itu, menjadikan Rigen Rakelna sebagai pemeran utama.
Andre memiliki darah Ambon, Maluku, dan Batak
Penelitian University of Georgia ungkap pola asuh ayah dan ibu memengaruhi kecemasan sosial remaja.
Psikiater Samarinda ungkap pola asuh keras picu self-harm remaja. Validasi emosi sejak kecil penting cegah depresi, kecemasan, hingga perilaku menyakiti diri.
Benturan antara tradisi lama dan saran medis modern masih menjadi masalah besar dalam penerapan Makanan Pendamping ASI (MPASI) di Indonesia
UPAYA membangun pola asuh keluarga yang baik harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing di masa depan.
Kebiasaan makan bergizi seimbang beragam dan aman pada anak bukan semata tentang apa yang disajikan, namun juga penanaman nilai gizi secara konsisten dalam keluarga.
POLA asuh atau gaya parenting orangtua kerap dituduh menjadi penyebab seorang anak mengalami kondisi autisme. Khususnya di era kemajuan teknologi saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved