Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA BigBang, G-Dragon, baru saja menjalani pemeriksaan karena melanggar hukum narkotika di Korea Selatan. Hal ini menyusul kasus baru-baru ini aktor Lee Sun-kyun yang juga diperiksa untuk hal yang sama.
Tidak hanya itu, Rapper ini juga pernah diadili karena penggunaan ganja pada bulan Mei 2011. Pada hari yang sama, YG Entertainment menyebut tidak dapat memberikan komentar karena G-Dragon sudah tidak lagi terikat dengan label tersebut.
"Sulit untuk memberikan tanggapan publik karena artis ini saat ini tidak lagi berada di bawah label tersebut," ujar perwakilan dari YG Entertainment.
Baca juga: Identitas Aktor L Terungkap, Pemeran Parasite Lee Sun-kyun Dikonfirmasi Positif Narkoba
G-Dragon telah menjadi bagian dari YG Entertainment sejak debutnya dengan BigBang pada 2006. Dia tetap bersama label tersebut hingga kontrak eksklusifnya dengan perusahaan berakhir pada bulan Juni 2023.
Terkait kasus ini, polisi mengatakan bahwa kasusnya masih dalam penyelidikan sehingga mereka tidak dapat memberikan banyak rincian. Mereka juga telah mengonfirmasi bahwa kasus G-Dragon terpisah dari kasus Lee Sun-kyun dan tidak ada hubungannya.
Baca juga: Saham YG Entertainment Anjlok Gara-gara G-Dragon Keluar dari Agensi
Meskipun YG Entertainment menyatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan informasi tentang dugaan penggunaan narkotika oleh idola tersebut, banyak penggemar berspekulasi bahwa agensi tersebut yang melaporkan ke polisi setelah berakhirnya kontrak G-Dragon.
Para penggemar juga mengungkapkan kemarahan mereka terhadap bagaimana YG Entertainment dengan cepat merilis pernyataan mengenai G-Dragon setelah ia meninggalkan agensi. Selama dia berada di agensi tersebut, mereka memberikan layanan terbaik menurut banyak penggemar. Beberapa penggemar percaya bahwa selama idola tersebut berada di bawah YG Entertainment, agensi tersebut membela dia di tengah tuduhan penggunaan narkotika yang lalu, bertindak dengan tanggung jawab.
G-Dragon pernah diselidiki atas penggunaan ganja pada tahun 2011 saat berada di Jepang. Rapper ini dalam pernyataannya mengatakan bahwa seseorang yang tidak dikenal memberinya ganja yang terlihat seperti rokok. Dia melanjutkan dan menambahkan bahwa ada bau yang berbeda dan bahwa dia hanya sedikit merokok. Karena G-Dragon adalah pelanggar pertama dan tidak merokok banyak, kasusnya dipertimbangkan dan hukumannya ditunda. Kemudian, dia juga meminta maaf secara publik dalam acara Healing Camp.
Sekarang bahwa dia bukan bagian dari agensi tersebut, penggemar merasa bahwa dia harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi citranya.
Banyak penggemar juga mengungkapkan pendapat bahwa karena kepolisian telah menyebutkan bahwa kasus ini tidak berhubungan dengan kontroversi narkoba Lee Sun-kyun, orang seharusnya tidak melibatkan G-Dragon dalam hal ini. Mereka mendoakan kesehatannya dan berharap bahwa dia baik-baik saja di tengah semua tuduhan penggunaan narkotika yang menimpanya.
G-Dragon adalah seorang artis yang sangat dihormati dan dihargai. Ia dikenal tidak hanya karena rapnya tetapi juga dalam musik, fashion, lirik, dan banyak lagi. Sejak debutnya dengan BigBang, dia telah menciptakan reputasi yang bagus dalam industri hiburan. (Z-10)
Rose Blackpink resmi tandatangani kontrak dengan agensi hiburan global WME.
Rami BABYMONSTER hiatus karena pneumotoraks. Ketahui penyebab, gejala, dan perkembangan terbaru kondisi kesehatannya di sini.
YG Entertainment mengeluarkan permohonan maaf setelah mendapat kritik terkait konser tur dunia Blackpink. Agensi siap refund penonton yang terdampak
“Saat ini, YG memiliki dua boy group dan dua girl group yang sedang mempersiapkan debut,”
Keputusan T.O.P untuk meninggalkan grup legendaris K-Pop BIGBANG mengejutkan para penggemar. Setelah 16 tahun bersama, ia mengungkapkan alasan di balik langkah besarnya ini.
ROSE dari girl grup K-pop Blackpink telah resmi bergabung dengan The Black Label. Hal itu diumumkan langsung oleh The Black Label dalam pernyataan resminya pada Selasa (18/6).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan.
Anggota parlemen AS menekan pemerintahan Trump agar merilis video serangan “double-tap” 2 September dengan membatasi anggaran perjalanan Menhan Pete Hegseth.
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika di Pasifik Timur, menewaskan empat orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved