Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Tampaknya industri musik Indonesia siap menyambut era baru kejayaan musik pop-R&B. Setelah unjuk gigi talenta-talenta muda sebelumnya seperti Aziz Hedra ("Somebody's Pleasure", "No More You and I") dan Andrea Tanzil ("Uneasy", "Infinity & Beyond"), kini giliran Jesenn yang siap memperkenalkan ciri khas musik pop-R&B miliknya -- khususnya lewat lagu terbarunya yang bertajuk "Butuh Bertemu". Single teranyar Jesenn tersebut tersedia di digital streaming platform mulai Jumat (20/10).
Baca juga : Festival Musik ‘Cerita Langit Jingga' Disambut Meriah di Stadion Pakansari, Bogor
Musisi pemilik nama asli Jason Gunawan ini sudah tidak asing lagi dengan semesta musik R&B yang turut menyisipkan elemen musik R&B di dalam produksinya. Terlepas demikian, melalui lagu terbaru yang bertajuk "Butuh Bertemu" ini, Jesenn turut membuktikan pemahaman dan kecintaannya yang lebih mendalam terhadap aliran musik rhythm and blues tersebut.
Ditulis oleh Jesenn bersama musisi indie Farrel Hilal, karya midtempo berdurasi 4 menit dan 10 detik ini turut mengambil inspirasi dari para R&B romantics persembahan Tanah Air, di antaranya Adrian Khalif dan almarhum Glenn Fredly. "Kali ini aku ingin mencoba menekankan sisi aku yang lebih ke ranah R&B, tapi dengan cita rasa yang lebih kekinian," terang Jesenn, yang sempat merilis album panjang perdananya secara independen yang bertajuk JILID 1 pada tahun 2022 yang lalu. "Tentunya aku masih harus terus belajar banyak mengenai musik, namun, bisa dibilang, lagu 'Butuh Bertemu' ini menjadi titik terbaru dari tumbuh kembang aku sejauh ini."
Emosi 'kerinduan' kini menjadi titik sentral yang menginspirasi narasi lagu "Butuh Bertemu" ini. Bila disimak secara sekilas, "Butuh Bertemu" menceritakan tentang kerinduan seorang sosok protagonis terhadap seseorang yang, sayangnya, dileraikan oleh jarak. Menggubah karya musik yang bisa dimaknai secara universal menjadi harapan utama Jesenn untuk kesempatan kali ini -- sebagai contoh, Jesenn menyimpan pemahaman tersendiri mengenai emosi 'kerinduan' yang dipancarkan dari lagu "Butuh Bertemu" tersebut. "Secara pribadi, aku memaknai lagu 'Butuh Bertemu' ini sebagai karya yang turut bersifat spiritual," lanjut Jesenn. "Lagu ini bisa dilihat juga sebagai ekspresi kerinduan aku kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kesimpulannya, lagu ini adalah karya yang paling mewakili kepribadian aku sejauh ini. Aku juga berharap semua orang yang mendengarkan lagu ini bisa merasakan apa yang aku rasakan ketika menulis lagu ini."
"Butuh Bertemu" oleh Jesenn dirilis di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia dan bisa didengarkan di semua digital streaming platforms (DSPs) mulai hari Jumat, 20 Oktober 2023. (B-4)
Sony menyampaikan tanggung jawab honor yang seharusnya dibayarkan ke Hannah Al Rashid dibebankan ke rumah produksi yang menggarap video klip.
Membuka tahun 2024, Meiska Adinda rupanya tidak mau bersantai-santai dengan siap meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Telat Cemburu”.
Meski masih tergolong baru di dunia musik, namun Meiska sudah punya banyak mimpi yang suatu hari ingin ia wujudkan.
Pemilik tembang Born in the USA dan Street of Philadelphia itu bukanlah satu-satunya musisi yang melego hak properti intelektualnya yang dipicu oleh pandemi.
Tiktok dan Sony juga akan bekerja sama mempromosikan artis dan membantu mereka mencapai penggemar dalam aplikasi itu saat pandemi membuat mereka tidak bisa menggelar konser.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Rendy Laks menghadirkan tiga single terbaru sekaligus yang berjudul “Berakhir Di Sini”, “Mahligai”, dan “Pengagum Rahasia.
“Kita bentuk caranya, misalnya dalam bentuk PNBP di bawah ekonomi kreatif. Setiap pencipta boleh mendaftarkan karyanya dan diverifikasi oleh ekonomi kreatif sehingga lebih clear,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved