Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND T'Koes dengan tegas mengklarifikasi posisi mereka sebagai sebuah grup musik yang tidak bertujuan melestarikan lagu-lagu Koes Plus. T'Koes menegaskan mereka adalah band penghibur yang memainkan beragam repertoar musik.
Hal itu muncul setelah mereka mendapat perhatian publik karena larangan dari keluarga Koes Plus terkait penampilan mereka dengan lagu-lagu karya band legendaris tersebut.
Grup musik T'Koes tidak lagi tampil dengan lagu-lagu ciptaan band legendaris Koes Plus setelah dilarang oleh keluarga Koes Plus, beberapa waktu yang lalu.
Agusta Marzall, pendiri T'Koes, mengungkapkan, selama beberapa tahun terakhir, mereka sudah jarang sekali membawakan lagu-lagu Koes Plus, hingga akhirnya mendapatkan larangan tersebut.
Saat diwawancara di daerah Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (1/10), Agusta mengatakan, "Sebelum masalah ini mencuat, kami memang sudah jarang membawakan lagu-lagu Koes Plus. Dalam beberapa tahun terakhir, kami tidak hanya membawakan lagu Koes Plus, tetapi juga lagu-lagu dari band lain dan karya-karya kami sendiri."
Agusta juga menolak jika ada yang menganggap T'Koes sebagai band yang melestarikan lagu-lagu Koes Plus.
Menurutnya, T'Koes hanyalah sebuah band penghibur.
"Kami menolak disebut sebagai band yang melestarikan Koes Plus. Band yang melestarikan seharusnya hanya membawakan lagu-lagu Koes Plus saja, sedangkan kami tidak melakukannya. Kami adalah sebuah band yang tujuan utamanya adalah menghibur," tegas Agusta.
T'Koes tetap bersikeras untuk terus berkarya. Agusta menegaskan, "Larangan ini tidak akan mengganggu kami dalam berkarya. Kami akan terus melanjutkan perjalanan musik kami."
Jim Marzall, anggota T'Koes lainnya, menambahkan para penggemar mereka sangat paham bahwa T'Koes tidak selalu membawakan lagu-lagu Koes Plus.
"Pendengar dan penggemar kami, mereka tahu bahwa kami tidak selalu tampil dengan lagu-lagu Koes Plus. Kami juga membawakan lagu-lagu dari banyak band legendaris lainnya," katanya.
Sementara itu, dugaan penyebab masalah antara T'Koes dan keluarga Koes Plus muncul setelah Agusta mengunggah sebuah video yang menampilkan dia sedang berbicara dengan seorang purnawirawan TNI AL. Dalam video tersebut, terdapat pernyataan yang menyatakan bahwa anak-anak dari personel Koes Plus dianggap tidak jelas.
Pernyataan ini diduga telah membuat keluarga besar Koes Plus merasa tersinggung, karena pernyataan tersebut tidak disanggah oleh Agusta. (Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
SBY bersilaturahmi ke Yok Koeswoyo dan mengungkap rencana menggelar “Tribute to Koes Plus” di Pacitan, menampilkan 33 lagu legendaris bersama keluarga Koes.
Sepanjang kariernya, Koes Plus dan Koes Bersaudara tercatat memiliki 953 lagu dalam 89 album.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved