Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIKENAL dengan tekstur musik elektroniknya yang mewah, berirama tarian eklektik yang digabungkan dengan sensibilitas musik pop indie yang berbasis gitar, sensasi skena musik indie-pop Singapura, Club Mild (yang sebelumnya dikenal dengan nama M1LDL1FE) secara konsisten mendorong semua batasan dan terus mendefinisikan identitas musik mereka.
Melalui single terbaru Sun Gazer, yang dirilis melalui label independennya Where Are The Fruits, band ini muncul lebih kuat dari sebelumnya.
Sun Gazer sendiri merupakan lagu yang menyelami tema yang cukup universal yaitu mengenai penyesalan dan pengalaman mendalam tentang menghadapi kematian seseorang.
Baca juga: Sarah Barrios Rilis Single Pendek Nyeleneh Bitter Bitches
Sun Gazer adalah lagu yang penuh dinamika. Mengeksplorasi tema eksistensial Nietzchean, di mana seseorang mencoba merajut tirai introspeksi diri pada banyak tingkatan.
Anthem indie pop ini menggabungkan metafora dalam penulisan liriknya yang jelas dipadukan dengan permainan gitar yang funky dan irama musik elektronik. Lagu ini adalah sebuah oda musikal untuk menghadapi kematian, sambil merangkul fakta kalau beberapa hal memang tidak ada makna dan perasaan luar biasa untuk bisa menjadi penulis utama dalam kehidupan kita sendiri.
Dengan chorus yang menyuarakan "I wanna go back and undo the things I've done", lagu ini menangkap rasa terjebak dari kesalahan masa lalu. Namun, di tengah introspeksi diri terdapat sebuah percikan harapan, keinginan untuk bisa melampaui penyesalan tersebut dan memaafkan diri sendiri.
Baca juga: Neck Deep akan Rilis Album pada 19 Januari Mendatang
Saat orang mungkin mengira mereka telah menemukan lapisan-lapisan rumit yang ada pada lagu ini, Sun Gazer mengalami perubahan yang akhirnya membawa pendengarnya ke sebuah lantai dansa di mana mereka disambut oleh beat elektronik dan sebuah tekstur yang menggambarkan detak jantung seseorang dari situasi eksistensialnya.
Grup ini mengalami perubahan yang signifikan dalam segi sound dan juga susunan anggotanya. Anggota sebelumnya, Jeryl, akhirnya berpisah, dan mereka juga memutuskan untuk mengubah nama grup dari M1LDL1FE ke Club Mild.
Sekarang, band ini menjadi sebuah trio dengan David Siow sebagai pemain bass, Tan Peng Sing sebagai gitaris, dan Paddy Ong sebagai vokalis utama. Transformasi ini menandakan babak baru dalam perjalanan musik mereka, dengan Sun Gazer sebagai instalasi pertama dari apa yang akan datang.
Tentang lagu baru ini, Paddy mengatakan, "Judul sementara lagu ini sebenarnya adalah Jeryl's House, jadi rasanya seperti sebuah pengiriman yang bagus untuknya saat kami berpisah dengannya sebagai band."
Club Mild tidak ragu untuk menjelajahi berbagai macam genre sambil tetap setia pada ciri khas sound mereka sendiri. Peng Sing menjelaskan, "Banyak melodi pada bagian kedua lagu ini terinspirasi oleh musik house dan juga techno, sebenarnya yang hanya menjadi masalah adalah bagaimana menerjemahkan itu ke dalam musik / sound kami sendiri. Pada proses rekaman lagu ini, kami banyak bersenang-senang terutama saat merekam gitar dan juga menumpukkannya agar terdengar seperti suara synthesizer."
David juga menjelaskan lebih lanjut, "Ketika kami membayangkan lagu ini dibawakan secara langsung, kami langsung membayangkan bagaimana cara terbaik untuk bisa membawa penonton ke dalam sebuah perjalanan bersama kami - pertama, bagaimana membuat mereka merasa senang dan juga berdansa dengan lagu ini walau sambil merenungkan pilihan hidup yang mungkin mereka anggap buruk, kemudian bisa bergabung dengan kami di bagian kedua lagu ini yang benar-benar mendorong mereka untuk bisa melempar semua perasaan penyesalan itu dan akhirnya melepaskan diri mereka."
Grup ini telah mencapai banyak kesuksesan sepanjang karir mereka. Dari EP perdana mereka, PAIRS hingga hit single mereka berjudul In Your Arms dan Ariel yang lalu disusul oleh EP kedua 'M1LDL1FE', mereka terus memenangkan penggemar baru dan juga para hati kritikus musik. Mereka juga telah mendapat pujian dari berbagai media di seluruh Asia hingga bahkan sampai di Inggris dari DORK dan juga Clash Magazine.
Mereka juga telah tampil di penjuru Asia Tenggara, Tiongkok, dan Spanyol, dan telah menjadi musisi pembuka untuk konser artis internasional seperti Last Dinosaurs, Ginger Root, dan Death Cab for Cutie.
Dengan adanya rencana tur dan kolaborasi internasional dalam waktu mendatang, kini Club Mild sedang bersiap-siap untuk merilis album debut mereka pada kuartal keempat 2024. (RO/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved