Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
RESMI menginjak perjalanan musik mereka selama 11 tahun, unit alternatif dari Surabaya, Humidumi, merayakan pencapaian tersebut lewat sebuah showcase. Diadakan pada 30 September 2023 di Lapangan Parkir Caturra Espresso Surabaya, acara ini tidak hanya akan menampilkan Humidumi, melainkan kolaborator yang pernah bekerja sama dengan band ini serta beberapa aksi pembuka yang tidak kalah seru.
Perjalanan ke-6 personel selama 11 tahun tidak hanya dipenuhi tawa dan canda, namun juga ada kalanya sedih dan kecewa mewarnainya.
“Dalam sebelas tahun bersama, kami benar-benar struggle untuk bisa menentukan jadwal bertemu untuk menyelesaikan materi baru maupun mengiyakan sebuah event karena 90% kami pekerja kantoran sehingga banyak peluang yang terlewat. Tapi tidak masalah karena tujuan kami “bersenang-senang”,” ujar Humidumi merefleksikan pengalaman mereka.
Baca juga: The Ayayay Gandeng Elji untuk Video Klip Terbaru
Mereka pun kerap kali memimpikan memiliki sebuah konser kecil-kecilan atau showcase namun karena keterbatasan waktu tiap-tiap personel, mimpi ini sering kali harus dikubur.
Pada 2023, kesempatan itu terbuka lebar berkat kolaborasi Humidumi dengan Kerass sebagai penyelenggara, Caturra Espresso sebagai penyedia venue serta Yallfears sebagai publisis dan pembuat visualisasi konser dengan mengadakan 11 Tahun Perayaan Humidumi.
Sebagai pembuka, akan ada sajian musik dari Drizzly (Sidoarjo), Girl and Her Bad Mood (Malang), dan Much (Malang) yang memiliki kesamaan dengan Humidumi yakni memiliki vokalis perempuan.
Baca juga: Vicky Shu dan Tata Janeeta Goyang Panggung Tangsel Noise
“Kenapa memilih opening act musisi perempuan, karena jarang ada di Surabaya dan kami cukup mengenal baik dengan band-band yang terlibat. Sehingga mereka sangat terbuka dan mau meluangkan waktunya untuk bisa ikut merayakan #11TahunPerayaan ini,” ungkap band pemilik EP Nodus Tollens tersebut.
Selain ketiga band pembuka tersebut, Humidumi juga mengajak serta Arief Muhammad dari rumahsakit, Bagas Yudhiswa dari Beeswax, Dwi Pramono dari People of The Sun, dan solois Christabel Annora dalam showcase ini.
Bagas, Arief, dan Christabel merupakan musisi yang terlibat dalam pembuat album Nodus Tollen”. Sedangkan Dwi Pramono adalah musisi yang berkolaborasi dengan Humidumi di album Pathless.
Band yang digawangi oleh Qanita Hasinah, Irna Kurnia, Brilyan Prathama, Bobby Nur Cahya, Bimo Soerjoputro, dan Rizki Raja ini akan membawakan lagu dari album dan rilisan terdahulu seperti I am ij sin a, Pathless, dan masih banyak lagi.
Menggandeng 4 kolaborator tersebut, Humidumi mengaku memiliki waktu terbatas untuk melakukan latihan sebelum tampil karena domisili kota yang berbeda-beda. Meskipun begitu, mereka tetap ingin melakukan yang terbaik bahkan sudah mempersiapkan cover lagu dengan para kolaborator tersebut.
Sebagai penyelenggara acara, Kerass, yang berawal sebagai sebuah kolektif musik telah dikenal sudah makan asam garam membuat showcase untuk beberapa band antara lain Perunggu, Milledenials, Kelompok Penerbang Roket, hingga Nothing. Namun, bedanya kali ini adalah perdana bagi Info Kerass untuk membuat perayaan ulang tahun sebuah band.
“Ini adalah pertama kalinya kita membuat pagelaran pertunjukan perayaan (showcase) untuk band teman kita sendiri, tentunya kita selalu membuat acara yg kita suka dan humidumi adalah salah satu band terbaik di surabaya saat ini, menyenangkan rasanya bekerja bersama dari awal untuk menyiapkan perayaan ini dari awal,” ungkap perwakilan Kerass.
Melalui beberapa kali sesi brainstorming dan meeting, Kerass dan Humidumi siap mempersembahkan sebuah konsep showcase yang memorable dan pastinya sayang untuk dilewatkan. (RO/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved