Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HADIR dengan satu single dan satu EP yang bernuansa melankolis pada 2022 silam, Seven Seventy hadir kembali dengan gebrakan baru yang benar-benar berbeda.
Lewat single bertajuk El Pollo Loco, band alternative rock yang beranggotakan Dimas (Ayam) (gitaris/vokalis), Kevin (gitaris), Ajar (keyboardist), Reza (bassist), dan Marcell (drummer) tersebut menyuguhkan eksplorasi musik yang segar dan mengusung slogan “Bernuansa Baru, Mari Berseluncur Dengan Keras”.
Nuansa musik Mexicana berbalut surf rock secara gamblang telah mewarnai lagu dari detik pertama hingga akhir, selain itu ada elemen musik swing yang semakin menyemarakkan atmosfer di lagu El Pollo Loco tersebut.
Baca juga: Delapan Tahun Absen, Jikustik Rilis Mini Album
Seven Seventy juga menghadirkan spoken words berbentuk orasi yang disematkan di tengah lagu untuk menggambarkan situasi sabung ayam yang mencekam.
“Di single terbaru kami, ada keinginan untuk menyuguhkan musik alternative surf rock dengan interpretasi dari tiap personelnya yang disuguhkan dengan topik perjudian sabung ayam dengan jagoan bernama El Pollo Loco. Single ini juga ingin mengangkat tema tentang adanya perjudian ayam dan penyiksaan hewan yang dilakukan oleh manusia,” jelas Seven Seventy.
Judul lagu yang berbahasa Spanyol secara harfiah diartikan sebagai ‘Si Ayam Gila’ ini justru terangkai oleh lirik dalam bahasa Indonesia yang merupakan pertama kalinya bagi Seven Seventy setelah karya sebelumnya selalu dibuat dalam bahasa Inggris.
Baca juga: Ikuti Jejak VOB, Gitaris asal Cimahi ini Eksis dengan Konten Cover Gitar
“Tentunya ada kesulitan ketika harus menulis dalam bahasa Indonesia terutama dengan diksi yang baku. Berkali-kali kami harus memastikan bahwa kata ini memang benar ada di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Tantangan lain adalah mempelajari banyak kasus sabung ayam agar membuat lirik yang relevan,” imbuh band asal Malang itu.
Sang tokoh utama El Pollo Loco sendiri juga memiliki sebutan yaitu “Jagoan Kampung Timur”. Makna dari lirik lagu tersebut adalah menyindir adanya perjudian ayam dan penyiksaan hewan yang dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab. Maka dari itu diselipkan spoken words dalam bentuk orasi di lagu ini juga membuat Dimas sang vokalis berlatih beberapa kali agar terdengar seperti intonasi orang-orang yang berorasi dalam menyoroti kasus sabung ayam ilegal.
Single El Pollo Loco juga memberikan kesempatan bagi Seven Seventy untuk menjadi lebih santai dan ‘slengean’ dibandingkan karya terdahulu yang menuntut mereka untuk lebih serius.
Lebih lanjut, karya mutakhir dari band yang memiliki EP bertajuk FALA AMO itu memberikan banyak ide segar bagi mereka untuk mengolah visualisasi yang mampu mewakili keseruan lagu.
“Tentu sudah kami rencanakan dalam beberapa waktu ke depan, jadi untuk teman-teman pendengar ditunggu saja update-an terbaru dari kami,” bocor mereka.
Lebih dari setahun menjalani waktu bersama dalam berkarya, Seven Seventy juga mengungkapkan bahwa ikatan antar personel semakin solid diiringi hadirnya single baru tahun ini.
“Dibandingkan dengan di awal terbentuk, saat ini kami sudah dapat terlihat memiliki karakter yang kuat antar personelnya. Pun syukurnya, sampai saat ini dari kami ber-5 masing-masing personel sudah menjadi satu chemistry dari ide dan gaya hidup/lifestyle yang berbeda-beda, tentu juga dari segi aksi panggung yang kami suguhkan,” tutup mereka.
El Pollo Loco telah resmi dirilis di berbagai layanan streaming digital seperti Apple Music, Spotify, Deezer, Resso, Youtube, dan lain-lain pada 14 Juli 2023 lalu. (RO/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved